Follow detikFinance
Sabtu 08 Jul 2017, 19:25 WIB

RI Ajak Spanyol Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
RI Ajak Spanyol Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Jakarta - Pemimpin negara 20 terbesar di dunia termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang melakukan konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Hamburg, Jerman. Presiden Jokowi saat ini sedang mengupayakan untuk meningkatkan nilai transaksi perdagangan antara Indonesia dan Spanyol yang selama ini trennya sedang menurun.

Ini disampaikan saat Presiden bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Spanyol, Mariano Rajoy Brey, Jumat (7/7/2017).

"Saya ingin tekankan pentingnya mengupayakan agar tren negatif nilai perdagangan dalam lima tahun terakhir yang menurun 5,76 persen tiap tahunnya dapat ditingkatkan," kata Presiden Jokowi dalam keterangan tertulis Biro Pers Setpres, Sabtu (8/7/2017).

Presiden Jokowi mengatakan, dengan adanya kesepakatan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) nantinya akan meningkatkan perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa, termasuk dengan Spanyol.

"Untuk itu, saya harapkan dukungan Yang Mulia untuk percepatan penyelesaian negosiasi IEU–CEPA," ujar Presiden kepada PM Spanyol.

Isu produk kelapa sawit Indonesia yang mengalami kampanye negatif di pasar Eropa juga disinggung Presiden Jokowi dalam pertemuan itu. Presiden berharap Spanyol dapat memberlakukan produk kelapa sawit Indonesia secara adil.

Sebagaimana kerja sama standarisasi kayu dan produk kayu Indonesia melalui FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance and Trade) atau Penegakan Hukum, Tata Kelola dan Perdagangan Bidang Kehutanan yang telah diberlakukan.

"Saya juga berharap, Spanyol dapat mendukung upaya Indonesia agar model kerja sama standarisasi kayu dan produk kayu melalui FLEGT dapat juga dibuat untuk sawit," ucap Presiden.

Dalam pertemuan singkat itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi Airbus Defence and Space yang telah menetapkan Bandung sebagai pusat perakitan untuk pasar Asia Pasifik. Hal tersebut makin menetapkan Spanyol sebagai mitra penting Indonesia dalam kerja sama industri strategis.

"Saya mencatat kerja sama antara Indonesia dan Spanyol di bidang strategis sejak tahun 1976," ucap Presiden.

Di akhir pertemuan, PM Spanyol mengulangi kembali dukungan Spanyol terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Duta Besar Indonesia untuk Jerman Fauzi Bowo dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed