Beromzet Rp 2,6 T, Koperasi di Semarang Serap Ribuan Tenaga Kerja

Beromzet Rp 2,6 T, Koperasi di Semarang Serap Ribuan Tenaga Kerja

Niken Widya Yunita - detikFinance
Senin, 10 Jul 2017 13:25 WIB
Beromzet Rp 2,6 T, Koperasi di Semarang Serap Ribuan Tenaga Kerja
Warga antusias menikmati gunungan saat kirab peringatan ke-70 Harkopnas tingkat Provinsi yang dipusatkan di Kota Semarang (Foto: Dok. Pemkot Semarang)
Semarang - Koperasi di Semarang sejak 2014 hingga 2016 berjumlah 778 unit dengan 88,17% koperasi aktif dan berkembang. 778 Koperasi tersebut menggerakkan 200 ribu anggota dan 3.074 orang tenaga kerja.

Selain itu, dibukukan omzet senilai Rp 2,6 triliun dan aset Rp 1,4 triliun.

Sementara koperasi pada sektor UMKM di Semarang berjumlah 14.771 yang telah ber-IUMK (Ijin Usaha Mikro dan Kecil). Koperasi tersebut telah menyerap tenaga kerja 29.770 orang dengan omzet Rp 726.516.161.840.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam keterangan tertulis dari Pemkot Semarang, Senin (10/7/2017), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan, semangat gotong royong dari, oleh dan untuk masyarakat menjadi roh dalam menggerakkan perekonomian melalui koperasi terus digelorakan. Komitmen Kota Semarang yang salah satunya diwujudkan melalui Izin Usaha Mikro Melalui Online (iJus Melon) dan kredit usaha wibawa diharapkan juga dapat terus memberikan penguatan dalam pengembangan koperasi dan usaha mikro.

"Roh penguatan dan perkembangan koperasi yakni semangat gotong royong, ekonomi kerakyatan, dari, oleh dan untuk seluruh anggota koperasi," ungkap Hendrar dalam sambutan yang dibacakan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu saat acara peringatan ke-70 Hari Koperasi tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Semarang.

Acara yang diberi nama Gebreg Koperasi ini dihadiri Menkop dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Jumat (7/7/2017). Acara digelar selama 3 hari berturut-turut hingga Sabtu (9/7/2017) di Wisma Perdamaian dan Lapangan Simpang Lima, Semarang.

Dengan semangat gotong royong yang juga nilai leluhur bangsa Indonesia, Pemkot Semarang optimistis nafas ekonomi kerakyatan melalui semakin kuat dan signifikan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seluruh rangkaian peringatan ini melibatkan ribuan peserta yang terdiri dari 35 bupati dan wali kota se-Jawa Tengah serta penggerak koperasi se-Jawa Tengah. Tak hanya itu, peringatan juga diisi dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal.

Pada gebyar pesona UMKM yang digelar di UMKM Center Provinsi Jawa Tengah, panitia mengadakan lomba kreativitas makanan kemasan produk UMKM, festival musik jalanan, lelang produk UMKM, pameran kreatifitas produk berbahan baku lokal hingga membangun jejaring produk makanan dan minuman dengan pusat oleh-oleh dan toko modern.

Sementara pada sarasehan Grebeg Koperasi, narasumber berkelas nasional dihadirkan langsung dengan menggandeng Dewan Koperasi Indonesia Pusat dan Kementerian Koperasi dan UKM. Melalui sarasehan ini dirumuskan maklumat kebangkitan koperasi.

Suguhan atraksi nan kental budaya lokal pada peringatan Harkopnas ke-70 ini mendapat apresiasi langsung dari Puspayoga, gubernur Jawa Tengah serta ribuan tamu undangan yang hadir. Puspayoga mengakui peringatan Harkopnas di Kota Semarang ini merupakan kali pertama yang diramu kental dengan nuansa budaya.

Tak hanya itu, Puspayoga juga mengapresiasi 2 program inovasi Pemkot Semarang dalam pengembangan koperasi dan UKM yakni program Kredit Wibawa berbunga 3% per tahun serta kemudahan pengurusan izin online UKM melalui iJus Melon. Hal ini, lanjutnya merupakan wujud komitmen dalam pengembangan koperasi dan usaha mikro yang perlu terus ditingkatkan tak hanya di Kota Semarang saja tapi juga oleh seluruh kepala daerah di Jawa Tengah.

Berbeda dari penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya, Grebeg Koperasi diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari upacara peringatan Hari Koperasi, gebyar pesona UMKM, pameran produk koperasi, UMKM dan micro finance hingga arak-arakan atau kirab Grebeg Koperasi.

Yang menarik nuansa budaya sangat kental mewarnai peringatan ke-70 Hari Koperasi kali ini. Aneka atraksi kesenian dan budaya khas Jawa Tengah ditampilkan pada peringatan kali ini. Mulai dari aneka kesenian, gamelan, kerajinan tangan, tarian dari seluruh kabupaten kota se-Jawa Tengah dilibatkan kirab maupun rangkaian acara Harkopnas. Aneka produk khas maupun hasil bumi dari berbagai daerah pun dirangkai dalam gunungan yang diarak dan dinikmati secara gratis oleh warga serta pengunjung.

"Karena dalam pengembangan produk koperasi dan UKM tak dapat dilepaskan pula dari seni budaya khas daerah. Oleh karenanya, jika seni budaya dijaga tetap hidup maka produk UKM pun akan semakin terangkat," ungkap Puspayoga.

Penyelenggaraan Grebeg Koperasi ini, lanjutnya, sekaligus menjadi representasi roh koperasi yakni kegotogroyongan dari, oleh dan untuk rakyat. Terkait pengembangan koperasi dan UKM, pihaknya berharap agar komitmen para kepala daerah khususnya di Jawa Tengah dapat terus ditingkatkan. Saat ini dan ke depan, pihaknya akan terus menekankan pada kualitas koperasi ketimbang kuantitasnya. (nwy/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads