Follow detikFinance
Senin, 10 Jul 2017 13:09 WIB

Manfaatkan Indahnya Waduk Jatigede, Warga Kembangkan Kawasan Wisata

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Dana Aditiasari Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat sudah rampung proses penggenangannya. Air yang menggenangi waduk terbesar kedua di Indonesia ini pun sudah bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Selain memiliki manfaat teknis, Waduk Jatigede juga menawarkan keindahan alam yang 'tak sengaja' terbentuk akibat proses penggenangan.

Puncak-puncak bukit yang berada di area genangan berpadu dengan hamparan air yang merefleksikan birunya warna langit menciptakan pemandangan indah yang memanjakan mata.

Memanfaatkan keindahan tersebut, masyarakat sekitar berinisiatif mengembangkan potensi ekonomi yang ada menjadikan lokasi tersebut sebagai kawasan wisata alam.

Setelah Digenangi, Waduk Jatigede Seperti Raja AmpatSetelah Digenangi, Waduk Jatigede Seperti Raja Ampat Foto: Dana Aditiasari

Paguyuban Motekar kerja bareng Garuda Institute, Coretan Sumedang, Inimah Sumedang, Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja dan putra Sumedang yang berrtugas diluar Sumedang, bahu membahu membangun Kampung Buricak Burinong di Dusun Cisema di tepi Bendung Jatigede.

Pengembangan Kampung Buricak Burinong ini bakal menjadi model perkampungan yang sarat kreativitas, dengan memberikan sentuhan cat warna-warni pada rumah dan berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial.

"Ini murni gerakan rakyat untuk mengembangkan kampung wisata unik dan menarik dengan cat rumah warna warni, sehingga terlihat buricak burinong. Mudah-mudahan dengan adanya inisiatif dan kreativitas dari bawah, dukungan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam pengembangan pariwisata Jatigede akan lebih optimal, " ujar Herman Suryatman, Pembina Paguyuban Motekar dalam keterangan tertulis, Minggu (9/7/2017).

Setelah Digenangi, Waduk Jatigede Seperti Raja AmpatSetelah Digenangi, Waduk Jatigede Seperti Raja Ampat Foto: Dana Aditiasari

Dijelaskan, lokasi Cisema sangat strategis, selain pemandangannya indah dengan panorama pantai Waduk Jatigede, juga memiliki potensi alam yang nyaman dan asri karena berbatasan dengan kawasan hutan Perhutani.

Di sisi lain, masyarakat Cisema, Pakualam serta Darmaraja pada umumnya, memiliki potensi budaya dan peninggalan budaya. Berbagai situs peninggalan yang menjadi cikal bakal Kerajaan Sumedang Larang dan Kabupaten Sumedang, berada di kawasan Cipaku dan Pakualam Darmaraja.

Cisema dan Puncak Damar ke depan potensial menjadi destinasi wisata selfie yang unik dan menarik.

"Saya yakin kawasan ini bisa kita dorong menjadi destinasi wisata selfie tingkat dunia. Trend wisata dunia sekarang mengharuskan setiap destinasi itu harus 'instagramable' atau menarik untuk dipakai selfie dan di upload di instagram," ungkap Herman.

Setelah Digenangi, Waduk Jatigede Seperti Raja AmpatSetelah Digenangi, Waduk Jatigede Seperti Raja Ampat Foto: Dana Aditiasari

Selanjutnya Herman berharap, Pemerintah Kabupaten Sumedang segera turun tangan all out menata kawasan Jatigede. Cisema-Puncak Damar bisa dijadikan titik masuk dan pengungkit bagi pengembangan destinasi kawasan Jatigede khususnya dan Sumedang pada umumnya.

"Bayangkan kalau wisata buricak burinong ini sinergi dengan wisata budaya dan kuliner di Sumedang Kota, wisata paralayang di Batu Dua, wisata Arung Jeram di Parakankondang, ekowisata di kawasan Tampomas, agrowisata di kawasan KAS dan Toga, serta wisata edukasi dan kerajinan di kawasan Jatinangor, pasti akan mengangkat pontensi wisata Sumedang di pentas regional, nasional maupun global," terangnya.

Antusiasme masyarakat serta putra daerah yang berada diluar Sumedang sangat besar untuk turut serta membangun Kampung Buricak Burinong.

Terbukti saat dilakukan lelang kepedulian untuk pengadaan cat yang dimotori Camat Darmaraja dengan sumbangan spontan sebanyak 50 kg, dalam waktu sekejap terkumpul 500 kg cat.

Sumbangan tersebut bukan hanya dari peserta rapat, tetapi juga dari putra daerah yang bertugas di Jakarta yang turut mengikuti lelang melalui video call.

"Saya sangat mendukung kegiatan kreatif seperti ini. Masyarakat juga memiliki kesiapan prima untuk terlibat langsung dan mensukseskan pembangunan kampung buricak burinong ini. Dari, oleh dan untuk masyarakat. Alhamdulillah waktu saya pancing tadi dengan memberikan sumbangan 50 kg cat, langsung nyantok dan terkumpul 500 kg. Mudah-mudah ini menjadi awal yang baik," ucap Agus Qori, Camat Darmaraja.

Setelah Digenangi, Waduk Jatigede Seperti Raja AmpatSetelah Digenangi, Waduk Jatigede Seperti Raja Ampat Foto: Dana Aditiasari

Disampaikan, selain dukungan dari Paguyuban Motekar, serta dari anak-anak muda Sumedang yang tergabung dalam Sumedang In Move, rencana pembangunan Kampung Buricak Burinong juga di back up oleh beberapa perguruan tinggi ternama seperti ITB, Unpad dan IPDN, serta putra daerah Sumedang yang bertugas di Kementerian PANRB, Kementerian Perdagangan, Kementerian Ketenagakerjaan dan BPPT. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed