"Soal tanah di Pekanbaru-Kandis-Dumai ada keputusan sudah bisa diatasi, akhir Juli ini tanah sudah bebas. Semuanya, dari Pekanbaru-Kandis-Dumai. Itu menurut Kakanwil BPN pas kemarin kita rapat," katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (10/7/2017).
Namun demikian, ia belum bisa memastikan kesiapan proyek ini nantinya pada tahun 2019 mendatang. Pasalnya, saat ini salah satu daerah yang dilalui oleh ruas tol sepanjang 131 km ini tengah dilakukan penelitian terkait kondisi tanahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di daerah Pekanbaru-Kandis-Dumai tanahnya sedang diselidiki oleh ITB. Tanahnya kayak lempung pasiran jadi gembur. Kalau kena hujan, runtuh. Tapi bukan gambut. Jadi sekarang ITB lagi meneliti. Tapi land clearing jalan terus," tukasnya.
Adapun progres pembebasan lahan proyek tol yang telah lama digagas ini hingga pertengahan tahun lalu baru mencapai 48%. Kebutuhan dana untuk memuluskan proses pembebasan lahan di ruas tol ini mencapai Rp 974 miliar, sementara biaya konstruksinya diperkirakan mencapai Rp 9,53 triliun. (dna/dna)










































