"Kalau mudik, saya targetkan sampai Semarang. Supaya kita tiap tahun lebih baik dari tahun sebelumnya. Kalau tahun ini tol darurat, saya minta tahun depan tidak ada darurat. Tapi sampai Semarang dulu," katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (10/7/2017).
Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), ada beberapa ruas Jalan Tol yang bakal dilalui dari Jakarta hingga Semarang. Dimulai dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek 73 km, Cikopo-Palimanan (Cipali) sepanjang 116 km, Palimanan-Kanci sepanjang 28,8 km dan Kanci-Pejagan sepanjang 35 km. Tol-tol tersebut saat ini sudah berstatus operasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan tol yang juga akan dilalui adalah Pemalang-Batang 39,2 km, dan Batang-Semarang 75 km, di mana keduanya baru berstatus fungsional saat ini dan diharapkan rampung 100% pada musim mudik Lebaran 2018.
Bila ditotal, panjang panjang jalan tol yang dilalui dari Jakarta-Semarang bakal mencapai 424,5 km. Dengan batas kecepatan minimum melewati jalan tol 50-60 km/jam, maka waktu tempuh untuk melewati tol dari Jakarta hingga Semarang adalah 7 hingga 8,5 jam.
Menurut Basuki, seluruh ruas tol dari Jakarta-Semarang tersebut belum seluruhnya akan dikenakan tarif atau berbayar. Namun kondisi jalan tol dipastikan harus sudah masuk dalam kategori layak operasi.
"Tapi belum semuanya operasional bayar," ungkapnya.
Seperti diketahui, pada mudik tahun ini Pemerintah membuka ruas tol fungsional atau darurat dari Brebes Timur hingga Weleri (40 km sebelum Semarang) sepanjang 110 km. Jalan tol yang dibuka ini belum rampung 100% sehingga disebut darurat dan belum bisa dilalui 24 jam. (dna/dna)











































