![]() |
Namun sejak aksi jurus Rajawali Ngepret tersebut, kondisi rel kereta api masih tertutup beton. Besi rel masih terlihat melintang di jalan akses utama Pelabuhan Tanjung Priok. Sementara di beberapa bagian area terminal peti kemas, sebagian rel dibeton untuk memudahkan lalu lintas kontainer yang lalu lalang.
![]() |
Lama tak dipakai, tanah di sekitar rel banyak ditumbuhi rumput. Sementara akses lintasan kereta yang menembus ke dermaga sudah ditutup dengan papan besi. Kondisi bantalan rel pun setali tiga uang, beberapa bergeser dari tempat semula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Sekadar informasi, Dalam masterplan pengembangan rel pelabuhan antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Pelindo II (Persero) yang telah memperoleh persetujuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jalur rel yang akan dikembangkan ke dalam pelabuhan adalah membentang dari Stasiun Pasoso (di luar pelabuhan) masuk ke dalam pelabuhan di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok.
![]() |
Dari Stasiun Pasoso ke dalam terminal milik JICT, akan dibangun rel baru sepanjang 1,4 kilometer. Jalur ini akan ditarik dari rel lama (existing) melalui lahan warga kemudian masuk ke dalam Terminal Peti Kemas (TPK) atau dermaga milik JICT.
![]() |
Sementara, rel kereta yang dicoba dibongkar oleh Rizal Ramli pada tahun 2015 lalu, merupakan rel kereta 'mati' pelabuhan yang membentang dari Stasiun Pasoso menuju dermaga di Terminal 3, Pelabuhan Priok. Jalur ini melewati lokasi penumpukan peti kemas di terminal Tanjung Priok.
![]() |
Dari pantauan detikFinance di Pelabuhan Priok, rute rel antara yang dibongkar oleh Rizal bukanlah bagian dari rencana rel baru menuju JICT. Artinya, beton rel yang dibongkar Rizal Ramli bukan lah bagian dari program pengembangan jalur rel pelabuhan Tanjung Priok. (dna/mkj)