Follow detikFinance
Selasa 11 Jul 2017, 11:50 WIB

Ekonomi Indonesia Hadapi Tantangan Kompleks

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ekonomi Indonesia Hadapi Tantangan Kompleks Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Ekonomi Indonesia saat ini sedang menghadapi era yang semakin kompleks dan penuh tantangan. Mulai dari perubahan bisnis yang sangat cepat sampai bisnis yang ambigu.

CEO ESQ Group Ary Ginanjar Agustian memaparkan strategi agar Indonesia bisa bertahan di era seperi ini.

"Sekarang makin tidak jelas, kalau dulu bank bersaingnya dengan bank, sekarang bank bersaing dengan perusahaan telekomunikasi atau perusahaan financial technology," kata Ary di Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Ekonomi Indonesia Hadapi Tantangan KompleksEkonomi Indonesia Hadapi Tantangan Kompleks Foto: Sylke Febrina Laucereno

Dia mengatakan, perusahaan di Indonesia harus fokus dalam menjalani bisnis. Jangan sampai salah langkah. Perusahaan jangan sampai menjadi korban era ini.

"Dari sisi teknologi juga jangan sampai salah fokus, harus mengikuti dan memahami setiap perubahan teknologi ini sebagai langkah untuk bertahan, karena perusahaan harus tetap menghasilkan profit," imbuh dia.

Menurut dia, perusahaan juga bjsa memiliki pemikiran yang terbuka untuk perubahan, mental yang tangguh atau super agility, kecerdasan tanpa batas dengan rutin mengeluarkan inovasi. Sehingga mampu bersaing dengan perusahaan lainnya.

Saat ini Indonesia sudah memasuki era VUCA. Era ini merupakan zaman yang penuh tantangan yang memiliki perubahan cepat atau (Volatile), situasi yang tidak pasti tanpa kejelasan (Uncertainty), situasi yang kompleks (Complexcity) dan ambigu (Ambiguity).

"Jika tidak mengikuti perkembangan, maka tidak dapat beradaptasi dengan perubahan maka mereka akan tersingkir dan punah dari lingkungannya," kata Ary.

Ary menambahkan, bisnis yang dibangun juga harus waspadai di era ini. Karena, jika tak bisa bertahan maka bisnis bisa akan musnah.

"Bisnis harus berbenah untuk tetap eksis, supaya tidak bangkrut," imbuh dia.

Karena fenomena inilah ACT Consulting menggelar seminar ACCF. Ary mengatakan seminar ini diharapkan bisa membantu perusahaan lebih memahami mengapa pentingnya transformasi digital dan manfaatnya bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas organisasi di era VUCA ini.

Ary menjelaskan, dari training ini perusahaan dapat memiliki pemikiran yang lebih terbuka untuk perubahan, mental yang tangguh, kecerdasan tanpa batas dalam menghadapi VUCA dan inovasi. Sehingga akan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya.

Seminar jni dihadiri oleh Menteri Telekomunikasi dan Informatika RI Rudiantara, Penulis Buku sekaligus Ex Direktur Human Capital Management Telkomsel Priyantono Rudito, CEO Buka Lapak Achmad Zaky dan CEO ESQ Group Ary Ginanjar Agustian. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed