Kaji Ibu Kota Pindah ke Luar Jawa, Bappenas Gandeng Ahli Asing

Kaji Ibu Kota Pindah ke Luar Jawa, Bappenas Gandeng Ahli Asing

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 11 Jul 2017 20:23 WIB
Kaji Ibu Kota Pindah ke Luar Jawa, Bappenas Gandeng Ahli Asing
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memastikan akan melibatkan para ahli dari lokal maupun asing dalam pemindahan ibu kota negara ke luar Jawa.

Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemindahan ibu kota juga akan dilakukan hanya untuk pusat administrasi pemerintahan beserta lembaga tinggi yang berkaitan dengan pemerintah.

Selain wacana pemindahan ibu kota, Bambang melanjutkan, pemerintah juga memiliki kegiatan untuk menciptakan 10 kota baru di Indonesia seperti Sovivi yang berada di Maluku Utara, dan 9 kota lainnya masih dalam kajian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Jadi, intinya kami berharap tentunya seperti harapan bapak ibu, kajian lengkap, tentunya kita akan memakai tenaga lokal, terutama di Bappenas, PU dan ATR, termasuk urban planner dan mendengarkan masukan dari ahli asing," kata Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Para ahli asing itu dari negara-negara yang telah berhasil memindahkan pusat pemerintahannya. Seperti Kazakhstan, Nigeria, Brasil, hingga Australia.

"Kami akan gunakan referensi tersebut. dari berbagai jaringan internasional kami sudah punya nama-nama individu yang bisa menjelaskan mengenai paling tidak bagaimana strategi pemindahan ibu kota dan pembangunannya," terang Bambang.


Dia memastikan, yang akan pindah nantinya hanya pusat pemerintahan serta lembaga tinggi yang berkaitan dengan pemerintah, seperti Makhamah Agung, hingga DPR. Sedangkan pusat bisnis, perdagangan masih ditetapkan di DKI Jakarta. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads