Kadin Dukung Program Bea Cukai Tangani Importir Berisiko Tinggi

Kadin Dukung Program Bea Cukai Tangani Importir Berisiko Tinggi

Mega Putra Ratya - detikFinance
Selasa, 11 Jul 2017 22:28 WIB
Kadin Dukung Program Bea Cukai Tangani Importir Berisiko Tinggi
Customs Talk yang bertajuk Sharing Session Program Penguatan Reformasi Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC)/Foto: Dok Bea Cukai
Jakarta - Kadin Indonesia mendukung penanganan impor berisiko tinggi dalam program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (RPKC). Kadin menilai program tersebut dapat menciptakan iklim persaingan yang sehat.

"Kami berharap Bea Cukai juga menerapkan program ini secara berkelanjutan, sehingga tidak ada pihak yang menyatakan ini hanya program yang bersifat sementara. Jika kita punya niat baik, ingin melakukan sesuatu yang lebih baik untuk Indonesia, maka tak perlu khawatir dengan hasilnya," ujar perwakilan Kadin Mahendra Rianto.

Hal itu disampaikan dalam acara Customs Talk yang bertajuk Sharing Session Program Penguatan Reformasi Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) yang digelar oleh Bea Cukai, Selasa (11/7/2017). Acara ini mengundang Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Ketua Umum ALI, Zaldi Masita mengungkapkan bahwa masalah impor berisiko tinggi ini memang sudah menjadi kebiasaan sebagian besar pelaku industri logistik. Zaldi menilai sudah saatnya Bea Cukai memberi ketegasan untuk memperbaiki hal tersebut.

"Masalah impor beresiko tinggi sudah menjadi lifestyle. Pelaku industri selalu membandingkan dua opsi, yaitu yang normal sesuai aturan dan ilegal yang seringnya menjadi solusi karena tidak dipersulit dengan aturan-aturan pemerintah," ungkapnya.

Menurut Zaldi merubah gaya hidup ini merupakan usaha yang tidak mudah. Zaldi berharap Bea Cukai dapat teguh dalam menjalankan penertiban ini, sama seperti saat penindakan impor barang bekas.

"Jangan hanya bertahan dua sampai tiga bulan. Selain itu, Bea Cukai harus memperhatikan sifat strict and care, sehingga pemain ilegal bisa dirangkul untuk menjadi patuh," ujarnya.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai, Robert Leonard Marbun menyebutkan bahwa tujuan penanganan impor beresiko tinggi ini ialah untuk meningkatkan penerimaan negara dengan kegiatan yang lebih fair dan taat hukum.

"Negara kita perlu bertumbuh agar semua sejahtera. Untuk mencapai kesejahteraan tersebut, dibutuhkan penerimaan negara yang digunakan untuk membangun infrastruktur, arus perdagangan yang lancar, dan ekspor yang meningkat dimana industri dalam negeri harus maju. Bagaimana cara menumbuhkan persaingan yang sehat untuk memajukan industri? Kita harus menekan impor berisiko tinggi," jelas Robert.

Robert menambahkan bahwa terdapat dua pendekatan dalam menangani impor berisiko tinggi, yaitu pendekatan yang bersifat taktis operasional. Di antaranya pengawasan lapangan, sinergi dengan aparat penegak hukum dan Kementerian Lembaga, dan sinergi dengan asosiasi, dan pendekatan yang bersifat sistemik, serta pendekatan kedua yaitu bersifat sistemik dengan pengembangan sistem kepatuhan pengguna jasa.

Untuk mewujudkan lingkungan ekonomi yang sehat, dibutuhkan kemitraan yang konstruktif antara Bea Cukai dengan pengguna jasa. (ega/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads