LRT Jabodebek Angkut 435.000 Penumpang Tiap Hari

LRT Jabodebek Angkut 435.000 Penumpang Tiap Hari

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 12 Jul 2017 13:20 WIB
LRT Jabodebek Angkut 435.000 Penumpang Tiap Hari
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan hari ini menggelar rapar koordinasi guna membahas pengembangan pembangunan proyek kereta ringan (Light Rail Transit/LRT). Dalam rapat ini salah satunya menyepakati penggunaan sistem persinyalan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang turut hadir dalam rapat tersebut mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah mencari teknologi yang paling baik dan bisa memberikan manfaat yang besar, namun dengan harga yang terjangkau.

"LRT Jabodebek anggarannya harus lebih slim lebih efisien. Oleh karena itu tadi dibahas untuk melihat teknologi apa yang paling bagus dan memberikan kemanfaatan yang baik. Tapi harganya tidak jauh lebih mahal waktunya tetap on time. Kita banyak bahas itu, karena sekarang biayanya sudah tinggi," tuturnya usai menghadiri rakor tersebut di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu yang telah disepakati yakni teknologi persinyalan yang menggunakan sistem moving block. Sistem ini merupakan sistem persinyalan berdasarkan memblok zona di masing-masing kereta nantinya. Sehingga sistem ini akan mampu melakukan identifikasi posisi kereta dengan cepat dan tepat.

Dengan teknologi itu, kata Budi, maka akan memperpendek jarak antara kereta yang tengah beroperasi. Sebab moving block juga akan selalu terhubung dengan sistem sinyal pusat dan sistem sinyal kereta.

Sistem ini dianggap jauh lebih baik dibanding sistem sinyal yang dipilih sebelumnya yakni fixed block.

"Karena kami ingin head way-nya bisa lebih pendek, yang lama bisa 5 menit sekarang bisa 1 menit. Head way itu jarak operasi," terangnya.

Dengan jarak pergerakan kereta LRT yang lebih pendek, Budi perkirakan LRT Jabodebek akan bisa mengangkut 435 ribu penumpang per hari.

Angka itu lebih tinggi dibanding perhitungan dengan sistem persinyalan fixed block yang diperkirakan bisa menampung 275 ribu penumpang per hari.

"Kita setuju moving block. Tapi saya minta komiten dengan semua pihak, berkaitan dengan waktu dan biaya. Tadi sudah ada komitmen waktunya tidak berubah dan biayanya relatif sedikit," imbuhnya.

Dengan teknologi ini, diperkirakan akan ada tambahan biaya untuk proyek LRT Jabodebek sekitar Rp 200-300 miliar. Adapun nilai proyek LRT Jabodebek sudah disepakati turun dari Rp 23,4 triliun menjadi Rp 21,7 triliun.

"Jadikan sudah turun 8%, sekarang akan tambah, tapi enggak banyak. Ada kenaikan tapi menaikkan spesifikasi," tukasnya.

Pemerintah belum menentukan perusahaan mana yang akan menggarap proyek sinyal moving block ini. Namun pemerintah menegaskan siapapun yang menang harus berpartner dengan BUMN persinyalan PT Len Industri (Persero). (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads