"Puji syukur kehadirat Allah SWT atas izinnya kita bisa menerima penghargaan bidang koperasi, saya juga sampaikan terima kasih kepada para pelaku koperasi di Kota Tangerang, dan penghargaan ini untuk mereka semua yang telah berjuang menggalakkan ekonomi gotong royong melalui koperasi," ujar Arief R. Wismansyah dalam keterangan tertulis, Kamis (13/7/2017).
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gedhe Ngurah Puspayoga kepada Arief, bertepatan dengan acara Hari Koperasi Nasional ke 70 yang dilaksanakan di Kota Makassar, Senin (11/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief juga menyampaikan di era sekarang koperasi harus bisa menjawab tantangan zaman untuk tidak sekedar terfokus pada simpan pinjam saja, melainkan harus bisa menangkap peluang yang ada dengan terus mengembangkan bidang usahanya demi kesejahteraan masyarakat.
"Pengembangan usaha koperasi menjadi isu penting mengingat peran penting koperasi dalam menggerakkan perekonomian masyarakat," jelasnya.
Sementara itu terkait pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM), Arief menyampaikan bahwa pemkot Tangerang terus mendorong penetrasi UKM di Kota Tangerang dengan membantu promosi produk-produk UKM untuk menembus pasar nasional dan internasional. Terlebih Bandara Internasional Soekarno Hatta berada di Kota Tangerang.
"Melalui konsep Tangerang Live, kita ingin menjadikan Kota Tangerang sebagai Kota Layak Dikunjungi, dengan harapan makin banyak orang yang datang ke Kota Tangerang dengan sendirinya akan mendorong tumbuhnya industri rumah tangga seperti jajanan khas Tangerang, oleh karenanya kita bikin banyak festival yang salah satu tujuannya untuk mempromosikan UKM di Kota Tangerang," paparnya.
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi di suatu daerah. Bahkan, ketika perekonomian nasional sedang mengalami pelambatan dan daya beli masyarakat menurun, UMKM tumbuh pesat dan mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat kreatif dan inovatif.
Ditambah lagi dengan adanya sejumlah produk UMKM Kota Tangerang yang telah berhasil menembus pasar Internasional. Tentunya hal ini bisa mendorong pelaku UMKM lainnya untuk lebih giat lagi dan membuat produknya dan Pemkot Tangerang membantu menyediakan fasilitas promosinya.
Sehingga Pemkot Tangerang sangat perhatian dalam usaha untuk mengembangkan UKM Pemkot Tangerang. Selain melakukan berbagai pembinaan, pemkot juga memberikan kemudahan dalam proses perizinan. Jika selama ini proses pengurusan izin harus bertahap maka kali ini cukup datang ke kantor kecamatan setempat.
Hal ini sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM pasal 12 mengenai aspek perizinan yakni menyederhanakan tata cara dan jenis perizinan usaha dengan sistem pelayanan terpadu satu pintu.
Maka tidak heran bila jumlah UKM di Kota Tangerang terus mengalami peningkatan. Tercatat jumlah UKM Kota Tangerang tahun 2016 ada 10 ribu unit. Lalu saat ini tercatat ada 10.553 unit atau bertambah 553 unit pelaku UKM. (ega/hns)










































