Peringkat Obligasi General Motor dan Ford Turun Jadi 'Junk'

Peringkat Obligasi General Motor dan Ford Turun Jadi 'Junk'

- detikFinance
Jumat, 06 Mei 2005 09:51 WIB
Jakarta - Masa depan perusahaan otomotif AS yakni General Motor (GM) dan Ford kian suram. Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P) akhirnya menurunkan peringkat utangnya dan juga peringkat obligasi jatuh ke status 'junk' alias rongsokan. Peringkat utang jangka panjang GM turun dari level investasi 'BBB' menjadi 'BB', sementara peringkat Ford turun dari 'BBB' menjadi 'BB plus'. Penurunan ini berarti portfolio obligasi yang diterbitkannya saat ini dinilai terlalu berisiko bagi para manajer investasi. Hal tersebut dapat memicu gejolak di pasar saham dan pasar obligasi, karena obligasi Ford dan GM jumlahnya mencapai 10 persen dari total utang perusahaan AS.Bursa saham Wall Street memang langsung terpuruk setelah pengumuman tersebut. Dow Jones Industrial Average (DJIA) pun tercatat langsung turun 44,26 poin (0,43 persen) menjadi 10.340,38 dan Nasdaq turun 0,43 poin (0,02 persen) menjadi 1.961,8. Indeks Standard and Poor's 500 turun 3,02 poin (0,26 persen) menjadi 1.172,63."Ini benar-benar sebuah pukulan," ujar Art Hogan dari Jeffries and Co seperti dilansir AFP, Jumat (6/5/2005)."Berita itu datang pada saat pasar dalam keadaan tenang dan saya kira ini akan menjadi katalis untuk beberapa penjualan yang berbasis ke luar negeri," kata Brian Williamson, vice president equity trading di Boston Asset Management. Menurut Williamson, suka atau tidak, hal ini akan menjadi pukulan di seluruh pasar. "Saya tidak tahu persis, tapi ini akan menjadi satu katalis pada perdagangan sore ini. Meski ini hanya berita satu saham, tapi saya kira ini akan menjadi satu pukulan yang cukup but pasar," katanya. Saham GM sendiri pada perdagangan Rabu (4/5/2005) anjlok US$ 1,94 atau sekitar 6 persen menjadi US$ 30,86 setelah sebelumnya sempat naik 18 persen. Demikian pula Ford turun 46 sen atau 4,5 persen menjadi US$ 9,7.Kinerja General Motor dan For yang baru-baru ini mengumumkan penurunan laba memang semakin melemah. Penurunan penjualan di AS merupakan penyebab menurunnya kinerja penjualan kedua produsen otomotif AS itu, akibat makin menanjaknya penjualan mobil-mobil Jepang yang lebih efisien. Tercatat penjualan GM di AS turun 7,4 persen menjadi 385.939 dari tahun lalu. Penjualan GM ini tertolong oleh kenaikan sebesar 7,5 persen dari model baru yang diluncurkan GM, sehingga bisa menutupi penurunan penjualan sebesar 17 persen dari jenis truk yakni pick up, minivan dan SUV.Demikian pula penjualan Ford turun 1,5 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 281.292. Dan SUV Ford juga tercatat mengalami penurunan penjualan, yakni secara total turun 14 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads