Follow detikFinance
Jumat 14 Jul 2017, 14:01 WIB

Ramai Lagi Soal Reshuffle, Ini Tanggapan Pengusaha

Hendra Kusuma - detikFinance
Ramai Lagi Soal Reshuffle, Ini Tanggapan Pengusaha Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla perlu mempertimbangan terkait dengan perombakan alias reshuffle jajaran menteri kabinet kerja.

Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, perombakan bisa dilakukan terhadap para jajaran menteri yang tentunya tidak menunjukkan performa.

Sebagai pengusaha, dia menyadari perekonomian Indonesia secara makro masih sangat bagus namun belum berdampak baik pada sektor mikronya. Hariyadi mencontohkan, sektor ritel di Indonesia yang sudah mulai mengeluh.

"Reshuffle itu domainnya presiden, dia punya hak prerogatif, tapi kalau ditanya apakah perlu? saya rasa presiden banyak mendapatkan masukan terkait kinerja para menterinya, dan presiden pasti memperhatikan itu, jadi sebaiknya perlu," kata Hariyadi saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (14/7/2017).


Hariyadi menyebutkan, kalangan pengusaha tidak mempersoalkan jika Presiden Jokowi menggunakan hak prerogatifnya. Yang penting, lanjut dia, orang nomor satu di Indonesia itu bisa menempatkan orang-orang yang memang kompeten dari pejabat yang sebelumnya.

"Karena ini waktunya sudah dekat 2019 jadi untuk kementerian yang sudah mendapat sorotan masyarakat yang dilihat tidak maksimal memang perlu, tapi dengan catatan penggantinya memiliki kemampuan, untuk reshuffle yang menggantikan juga itu tidak mudah karena harus adaptasi berapa lama sedangkan waktu sudah semakin dekat 2019," tambah dia.

Sebagai pengusaha, tentunya sangat sering berhubungan dengan para jajaran menteri kabinet kerja sektor ekonomi. Menurut dia, kinerja para menteri kabinet kerja sektor ekonomi masih perlu ekstra luar biasa menjaga perekonomian Indonesia pada jalur yang tepat.

Sebab, secara global perekonomian Indonesia masih terdampak dari ketidakpastian global, ditambah lagi adanya perubahan geopolitik.

"Kalau makro kan Sri Mulyani (Menteri Keuangan) bilang kalau ekonomi makro bagus kenapa mikronya begitu, kalau teman di ritel itu kan ngeluh semua, itu artinya ada permasalahan yang drop, tapi dengan banyaknya masukan ke presiden tentang kinerja, tentunya presiden memperhatikan itu, karena kalau menteri yang underperform itu akan menjadi beban," tutup dia. (mkj/mkj)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed