Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, perombakan bisa dilakukan terhadap para jajaran menteri yang tentunya tidak menunjukkan performa.
Sebagai pengusaha, dia menyadari perekonomian Indonesia secara makro masih sangat bagus namun belum berdampak baik pada sektor mikronya. Hariyadi mencontohkan, sektor ritel di Indonesia yang sudah mulai mengeluh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hariyadi menyebutkan, kalangan pengusaha tidak mempersoalkan jika Presiden Jokowi menggunakan hak prerogatifnya. Yang penting, lanjut dia, orang nomor satu di Indonesia itu bisa menempatkan orang-orang yang memang kompeten dari pejabat yang sebelumnya.
"Karena ini waktunya sudah dekat 2019 jadi untuk kementerian yang sudah mendapat sorotan masyarakat yang dilihat tidak maksimal memang perlu, tapi dengan catatan penggantinya memiliki kemampuan, untuk reshuffle yang menggantikan juga itu tidak mudah karena harus adaptasi berapa lama sedangkan waktu sudah semakin dekat 2019," tambah dia.
Sebagai pengusaha, tentunya sangat sering berhubungan dengan para jajaran menteri kabinet kerja sektor ekonomi. Menurut dia, kinerja para menteri kabinet kerja sektor ekonomi masih perlu ekstra luar biasa menjaga perekonomian Indonesia pada jalur yang tepat.
Sebab, secara global perekonomian Indonesia masih terdampak dari ketidakpastian global, ditambah lagi adanya perubahan geopolitik.
"Kalau makro kan Sri Mulyani (Menteri Keuangan) bilang kalau ekonomi makro bagus kenapa mikronya begitu, kalau teman di ritel itu kan ngeluh semua, itu artinya ada permasalahan yang drop, tapi dengan banyaknya masukan ke presiden tentang kinerja, tentunya presiden memperhatikan itu, karena kalau menteri yang underperform itu akan menjadi beban," tutup dia. (mkj/mkj)











































