Selain Pertahanan, Cina Siap Bantu Industri Tekstil RI

Selain Pertahanan, Cina Siap Bantu Industri Tekstil RI

- detikFinance
Jumat, 06 Mei 2005 14:20 WIB
Jakarta - Cina siap membantu industri strategis di Indonesia baik BUMN maupun swasta seperti industri pertahanan, industri tekstil dan juga pengembangan infrastruktur pendukungnya.Kesepakatan ini sebagai hasil tindak lanjut pertemuan delegasi Cina dengan Indonesia untuk meningkatkan hubungan ekonomi. Bahkan Jumat (6/5/2005) ini Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja mengadakan pertemuan dengan Dubes Cina Lan Lijun di kantor Depperin, Jl Gatot Soebroto, Jakarta."Mereka siap bantu salah satunya adalah bagaimana mengembangkan industri pertahanan di Indonesia. Menperin, Menhan, Menneg BUMN dan Menristek sedang merumuskan bentuk kerjasama apa yang akan dilakukan. Cina akan membantu baik dalam government to government maupun private to private," kata Andung A Nitimihardja.Dijelaskan Andung, Cina juga siap membantu industri tekstil seperti memberikan pinjaman dan membantu pengembangan sektor penunjang seperti listrik dan infrastruktur. "Masalah TPT (Tekstil dan Produk Tekstil) adalah masalah peremajaan permesinan dimana dengan mesin tua saat ini efisiensi dan produktivitas rendah. Agar menghasilkan produk kompetitif Cina akan melakukan kerjasama dalam pengadaan peremajaan mesin," tandasnya.Andung juga mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya telah menjalin kesepakatan dengan Bank Indonesia dalam meningkatkan sektor TPT bukan hanya dalam perbankan tapi semua aspek pengembangan tekstil baik masalah perizinan maupun high cost economy sehingga dibuat tim kecil yang diharapkan dalam sebulan ini dapat mengeluarkan rekomendasi mengenai TPT yang akan di bawa ke sidang kabinet.Cina juga akan membantu ekspansi bisnis BUMN dalam rangka pengembangan seperti PT PAL dan PT Krakatau Steel.Andung menjelaskan soal industri elektronika yang akan dimasukan dalam industrial policy meski saat ini tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) karena elektronika merupakan related industries. "Ini sudah masuk dalam tahap akhir dan minggu depan akan dibawa ke sidang kabinet. Pembahasannya akan mengikutsertakan semua stakeholder seperti Kadin dan Asosiasi. Sektor elektronika kita kembangkan karena ekspornya baik," demikian Menteri Perindustrian. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads