Follow detikFinance
Senin 17 Jul 2017, 16:35 WIB

Biaya Rekrut Pekerja China 10 Kali Lipat Lebih Mahal dari Lokal

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Biaya Rekrut Pekerja China 10 Kali Lipat Lebih Mahal dari Lokal Ilustrasi Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Jakarta - Serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Indonesia dinilai tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Sebab, biaya rekrut pekerja asal China ini cukup mahal.

Menurut perwakilan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Li Ping, biaya yang dibutuhkan untuk mendatangkan TKA asal China justru 10 kali lipat lebih besar dari pada mempekerjakan Tenaga Kerja Lokal.

"Kita bisa hitung untuk mendatangkan tenaga kerja asing jauh lebih tinggi dari pada menggunakan tenaga kerja lokal. Sepuluh kali lipat biayanya dari tenaga kerja lokal," ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017),

Dirinya menyebut setidaknya untuk mendatangkan TKA asal China dengan level pekerja reguler saja biaya yang dibutuhkan sekitar US$ 30 ribu per orang.

Biaya tersebut meliputi gaji, tiket pesawat pulang pergi, mengurus perizinan, akomodasi selama berada di Indonesia dan lain-lain.

"Di Indonesia kalau mau mendatangkan satu tenaga kerja Tiongkok biayanya setahun termasuk ongkos, aplikasi izin kerja asing, gaji, tiket pesawat pulang pergi, akomodasi dan sebagainya totalnya US$ 30 ribu," jelasnya.

Borosnya biaya yang diperlukan untuk mendatangkan TKA asal Tiongkok tentu diakui bertentangan dengan kebijakan perusahaan yang dituntut untuk selalu melakukan penghematan.

"Perusahaan-perusahaan China manapun yang pintar pasti tidak mau mengurus bisnis yang tidak ekonomis seperti itu. Bagi setiap perusahaan mereka selalu berusaha menekan biaya operasional di lapangan," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Rizal Affandi Lukman yang mengaku penggunaan TKA China hanya akan diprioritaskan pada bagian yang dibutuhkan saja. Sementara bagi level pekerja reguler, kesempatan yang sangat besar masih akan diberikan pada tenaga kerja lokal.

"Income per kapitanya RRT itu jauh di atas Indonesia, saat ini saja sudah di atas US$ 10 ribu per kapitanya. Artinya akan sangat mahal jika perusahaan mempekerjakan tenaga kerja China sendiri," ujarnya. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed