Sebab berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan pada Juni 2017 tercatat surplus sebesar US$ 1,63 miliar. Di mana ekspor sebesar US$ 11,64 miliar dan impor US$ 10,1 miliar.
Ekspor Juni turun 11,82% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara bila dibandingkan dengan Mei 2017 turun 18,82%
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika diakumulasi Januari-Juni 2017, total ekspor Indonesia mencapai US$ 79,96 miliar.
"Surplusnya juga masih lumayan baik sehingga dampaknya pada perubahan APBN itu positif. Beda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana ekspor dan impor negatif terus pertumbuhannya. Sehingga dampaknya terhadap PDB itu tidak bagus. Tapi sekarang bagus," tambah dia.
Lanjut Darmin, pertumbuhan ekspor Indonesia hingga akhir tahun diperkirakan berada di kisaran 16%-17%.
"Pertumbuhan ekspor sendiri saya enggak inget, kalau sekarang 16-17% sampai akhir tahun enggak akan terlalu jauh," tukas dia. (mkj/mkj)











































