Tak ada kursi dan meja dipajang di depan minimarket tersebut. Para pembeli pun dengan cepat keluar masuk Sevel tanpa duduk dan nongkrong.
Berbeda dengan Sevel di Indonesia yang hadir dengan menyediakan kursi dan meja. Sehingga pembeli dapat duduk santai dalam waktu yang lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance |
Pembeli yang datang pun membeli makanan atau minuman yang diinginkan dan langsung bergegas keluar, layaknya membeli di minimarket pada umumnya.
Salah seorang kasir Sevel di Puteri Harbour, Shyam mengungkapkan beberapa pembeli masih ramai mendatangi Sevel yang buka 24 jam ini. Lokasi Sevel lain pun masih tersedia di dua titik sekitar Puteri Harbour.
"Masih ada lagi ke arah timur," katanya saat berbincang dengan detikFinance, Johor Baru, Selasa (18/7/2017).
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance |
Harga makanan yang dijual pun tidak berbeda jauh dengan Sevel di Indonesia kala itu. detikFinance membeli minuman teh dalam kaleng dan cokelat, masing-masing sekitar 3 ringgit Malaysia dan 4 ringgit Malaysia.
Saat membayar makanan dan minuman tersebut pun tidak dibutuhkan waktu lama, sekitar 1-2 menit.
(ang/ang)











































Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance