Follow detikFinance
Rabu 19 Jul 2017, 10:36 WIB

Jokowi Mau Pindahkan Ibu Kota

Soal Isu Air dan Lahan Gambut, Apa Benar Kalteng Dapat Rapor Merah?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Soal Isu Air dan Lahan Gambut, Apa Benar Kalteng Dapat Rapor Merah? Foto: Noval/detikcom
Jakarta - Kondisi air yang kurang baik dan lahan gambut yang rentan akan kebakaran hutan kerap membayangi kesiapan Palangka Raya menjadi calon Ibu Kota baru Indonesia. Lantas bagaimana sebenarnya kondisi lahan dan kesiapan sumber daya air di Palangka Raya sebagai kota penunjang Ibu Kota baru nanti?

Kadis PU Provinsi Kalimantan Tengah, Leondard Ampung mengatakan, Palangka Raya pada umumnya memiliki sumber daya air yang melimpah lewat sungai-sungai yang mengairi wilayah tersebut.

"Kalau dari Sumber Daya Air, Palangka Raya ini kan dilintasi oleh sungai Kahayan. Sungai Kahayan ini untuk SDA kita melimpah. Artinya air baku kita itu siap untuk memberikan pelayanan sebagai calon pusat pemerintahan Ibu Kota," katanya kepada detikFinance saat ditemui di Palangka Raya, Jumat (16/7/2017).





Mengenai isu kondisi air yang kurang baik, dan warnanya yang hitam, menurutnya hal tersebut tak menjadi masalah. Pemerintah bisa saja melakukan pengolahan air bersih terhadap sumber air yang tersedia. Terutama kawasan Katingan yang kata dia memiliki sumber mata air yang baik dari daerah pegunungan.

"Airnya bisa kita lakukan treatment. Dari hulunya kan sudah bisa kita amankan. 11 sungai terbesar ada di Kalimantan Tengah. Artinya udah siap untuk air baku tadi," ungkapnya.
Sementara itu Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengatakan, kondisi lahan gambut yang rentan akan kebakaran hutan kata dia bukan suatu keniscayaan. Yang paling penting adalah pengawasan yang kuat dan kesadaran tinggi dari masyarakat. Hal itu kata dia bisa diantisipasi jika benar-benar diseriuskan.

"Kita ini kan terlalu banyak orang pintar yang bicara. Coba langsung turun ke lapangan, yang terbakar ini kan lahan tidur, jarang lahan yang produktif yang terbakar, lahan tidur. Namanya lahan tidur, orang buang puntung rokok, orang terbakar, tidak ada yang mematikan. Kalau itu lahan produktif mau enggak penduduk membakar itu kalau itu tanaman dia? Pasti dia jaga," tukasnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed