Follow detikFinance
Rabu, 19 Jul 2017 18:27 WIB

Cara Pemerintah Halau Mafia Tanah di Proyek Tol Bocimi

Syahdan Alamsyah - detikFinance
Proyek Tol Bocimi (Foto: Dok. Kementerian PUPR) Proyek Tol Bocimi (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Sukabumi - Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Barat, Sri Mujitono mengungkap proses pengadaan lahan untuk tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Bocimi seksi II terus dipersiapkan. Untuk mengantisipasi adanya 'permainan' dari mafia pertanahan pihaknya telah menggandeng pihak kepolisian dari Polda Jabar.

Hal ini diungkap Sri saat menghadiri acara launching layanan pembuatan sertifikat online di salah satu hotel di Kota Sukabumi, Rabu (19/7/2017) siang tadi. Menurutnya mafia ini tidak hanya di eksternal masyarakat tapi juga di internal BPN sendiri.

"Kita bekerja sama dengan kejaksaan dan kepolisian dari Polda Jabar untuk ikut memantau persiapan lahan Tol Bocimi seksi II dan seterusnya, yang namanya mafia pertanahan bisa saja di internal saya bukan hanya dari luar. Biasanya kan yang palsu-palsu itu dilegalkan, begitu diperiksa oleh kita ketahuan dan cacat administrasi," kata Sri kepada detikFinance.

Sanksi tegas hingga berujung pemecatan akan diberlakukan bila ada oknum BPN yang coba-coba bermain di pengadaan lahan untuk kepentingan jalan tol. Meski begitu Sri mengungkap hingga saat ini belum ada indikasi seperti itu dari pihak BPN.

"Mudah-mudahan kan nggak ada, kalau ada tunggu saja saya akan ambil tindakan ada sanksi hingga pemecatan. Itu berjenjang, kepala kantornya lapor saya nanti kita tindak lanjuti, namun hingga saat ini indikasi semacam itu tidak ada," lanjutnya.

Sri menjelaskan, sukses atau tidaknya pengadaan tanah tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak BPN saja. Ia juga mengakui proses pengadaan tanah bukan persoalan mudah, ada persyaratan teknis yang mesti diperhatikan agar berjalan sesuai rencana.

"Sukses atau tidaknya pengadaan tanah itu tergantung dari yang memerlukan tanahnya, seperti PU (Pekerjaan Umum) atau instansi berkompeten lainnya, perencanaan tanah yang qualified, dananya ada, dan koordinasi. Hingga saat ini untuk proses pengukuran di Sesi II lebih kurang sudah selesai sekitar 80%. Kita diberikan waktu selama 130 hari. Mudah-mudahan sekitar November sudah bisa selesai," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Sukabumi, Safrian Himawan menjelaskan, kebutuhan pembangunan jalan tol Bocimi seksi II meliputi Cigombong (Kabupaten Bogor) hingga Cibadak (Kabupaten Sukabumi) sepanjang 12 kilometer telah berjalan.

Untuk wilayah Kabupaten Sukabumi, Kantor ATR BPN sudah melaksanakan pengukuran di 10 desa/kelurahan di tiga kecamatan. Pengukuran itu juga disertai inventarisir kepemilikan yang berhak.

"Tiga wilayah yang lahannya baru diukur untuk pembebasan lahan pembangunan jalan tol Bocimi di Kabupaten Sukabumi berada di Kecamatan Cicurug, Ciambar, dan Parungkuda. Sementara untuk pengukuran di Seksi III (Cibadak-Sukabumi Barat) sepanjang 14 kilometer dan Seksi IV (Sukabumi Barat-Sukabumi Timur) sepanjang 13 kilometer," kata Safrian.

Safrian juga menyebut, proses pengukuran tanah pada Seksi II sudah mencapai sekitar 40%.

"Insya Allah sesuai target, pengerjaan proses pengukuran harus bisa selesai dalam waktu 130 hari tapi kita juga mesti lihat kondisi cuaca dan topografi," tandasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed