Sri Mulyani ke Nelayan: Kalau Ada yang Mencurigakan di Laut Laporkan!

Sri Mulyani ke Nelayan: Kalau Ada yang Mencurigakan di Laut Laporkan!

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 20 Jul 2017 12:40 WIB
Sri Mulyani ke Nelayan: Kalau Ada yang Mencurigakan di Laut Laporkan!
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebut garis pantai Indonesia sangatlah panjang, sehingga pengawasan tak bisa hanya mengandalkan Bea Cukai dan aparat lainnya.

Garis panjangnya mencapai 18.000 kilometer (km) tersebut, membuat pihaknya kewalahan mengatasi masalah penyelundupan di banyak jalur tikus yang tersebar, termasuk penyelundupan narkoba. Sehingga, dirinya ingin nelayan ikut aktif mengawasi dan melaporkan jika menemukan aktivitas laut yang mencurigakan.

"Kepada seluruh nelayan apabila melihat atau menemukan berbagai kegiatan yang mencurigakan, seperti ship to ship atau pemindahan (muatan) yang mencurigakan, bisa segera melaporkan ke Bea Cukai dan aparat berwajib lainnya," kata Sri Mulyani saat konferensi pers penangkapan 1 ton sabu di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalah penyelundupan, jelas dia, jadi perhatian serius pemerintahan saat ini. Selain masuknya barang berbahaya seperti narkoba, aktivitas penyelundupan membuat negara mengalami kerugian besar secara ekonomi.

"Ini sesuai arahan Pak Presiden untuk menangkap berbagai kegiatan ilegal. Kita bekerjasama dengan Polri menjaga perbatasan-perbatasan dari aktivitas ilegal," ungkap Sri Multyani.

Sementara itu dalam kasus penggagalan masuknya sabu 1 ton, jelasnya, Bea Cukai berperan melakukan penangkapan pada kapal yacth Wanderlust di perairan Tanjung Berakit. Kapal tersebut diringkus setelah pihaknya mendapatkan informasi dari Polri terkait penggerebekan pendaratan sabu dari Taiwan.

"Bahwa Bea Cukai dapatkan informasi dari Polri yang menangkap satu ton sabu dan ditenggarai (kapal) akan melarikan diri ke Taiwan, jajaran Bea Cukai bergerak mengamankan kapal tersebut untuk kemudian dibawa ke Batam," jelas Sri Mulyani. (idr/wdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads