Adanya isu ini menimbulkan isu kenaikan harga tanah di wilayah Palangka Raya. Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard Ampung.
Meski tak mengetahui secara persis berapa kenaikan harganya, namun harga tanah di pusat kota Palangka Raya saat ini telah menyentuh angka Rp 1 juta-Rp 3 juta per meter persegi (m2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di pusat-pusat ekonomi di Palangka Raya ini jutaan juga per meter. Sekitar Rp 1 juta-Rp 3 jutaan lah. Itu yang di pinggir-pinggir jalan ya. Kalau yang di dalam-dalamnya paling ratusan ribu rupiah lah," lanjutnya.
Sementara harga tanah yang ada di sekitar lahan 300 ribu hektar yang sudah disiapkan untuk pembangunan lokasi calon ibu kota baru kata dia masih sangat rendah. Harganya bahkan tak sampai ke angka Rp 100 ribu/m2.
"Itu kecil sekali. Itu kan masih kawasan hutan. Tapi saya enggak berani prediksi harganya karena belum ada bangunan kan. Pemukiman juga kan mungkin masih satu dua. Harganya jauh lebih kecil dibanding yang di sini (Palangka Raya)," pungkas Leo. (wdl/wdl)











































