Diisukan Jadi Ibu Kota RI, Harga Tanah di Palangka Raya Naik

Jelajah Calon Ibu Kota

Diisukan Jadi Ibu Kota RI, Harga Tanah di Palangka Raya Naik

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 20 Jul 2017 12:54 WIB
Diisukan Jadi Ibu Kota RI, Harga Tanah di Palangka Raya Naik
Foto: dok. detikcom
Jakarta - Palangka Raya ramai diberitakan menjadi salah satu calon terkuat lokasi baru ibu kota Indonesia. Meski masih dikaji oleh Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), namun Pemerintah Provinsi Kalimanten Tengah (Kalteng) telah menyiapkan lahan sekitar 300 ribu hektar, apabila wacana tersebut benar-benar direalisasikan.

Adanya isu ini menimbulkan isu kenaikan harga tanah di wilayah Palangka Raya. Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard Ampung.

Meski tak mengetahui secara persis berapa kenaikan harganya, namun harga tanah di pusat kota Palangka Raya saat ini telah menyentuh angka Rp 1 juta-Rp 3 juta per meter persegi (m2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu yang di sini (Palangka Raya) naik. Karena mikirnya nanti jadi penyangganya di sini," katanya kepada detikFinance saat ditemui di kantornya, Palangka Raya, Kamis (14/7/2017).

"Kalau di pusat-pusat ekonomi di Palangka Raya ini jutaan juga per meter. Sekitar Rp 1 juta-Rp 3 jutaan lah. Itu yang di pinggir-pinggir jalan ya. Kalau yang di dalam-dalamnya paling ratusan ribu rupiah lah," lanjutnya.

Sementara harga tanah yang ada di sekitar lahan 300 ribu hektar yang sudah disiapkan untuk pembangunan lokasi calon ibu kota baru kata dia masih sangat rendah. Harganya bahkan tak sampai ke angka Rp 100 ribu/m2.

"Itu kecil sekali. Itu kan masih kawasan hutan. Tapi saya enggak berani prediksi harganya karena belum ada bangunan kan. Pemukiman juga kan mungkin masih satu dua. Harganya jauh lebih kecil dibanding yang di sini (Palangka Raya)," pungkas Leo. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads