Dalam rilis Pemkot Semarang, Jumat (21/7/2017), keberhasilan kartu tersebut diutarakan dalam acara 'Penyelenggaraan Pelayanan Publik Daerah Terintegrasi Dengan Perbankan' yang digelar di Bali, Kamis (20/7/2017). Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi didapuk sebagai narasumber dalam acara tersebut.
Hendrar atau yang akrab disapa Hendi menyebutkan dari data BPS laju inflasi Kota Semarang tahun 2011 ada pada angka 2,87 dan pada tahun 2016 berhasil ditekan menjadi 2,32. Salah satu upayanya yaitu dengan transaksi non-tunai yaitu meluncurkan kartu 'Semarang Hebat'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya untuk bantuan rumah tidak layak huni kepada masyarakat, biasanya disalurkan tunai, saat ini kita salurkan non tunai melalui Kartu Semarang Hebat," terang Hendi.
Dalam implementasi 'Kartu Semarang Hebat', Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan perbankan dalam hal ini BNI dan Bank Jateng. Masyarakat bisa memperoleh kartu tersebut dengan mengurus sesuai prosedur di Bank Jateng serta cabang-cabang BNI di Kota Semarang.
"Selain itu beragam transaksi, mulai dari membayar tiket bus Trans Semarang, berbelanja di swalayan, membayar masuk tol, dan seterusnya, juga kita fasilitasi menggunakan Kartu Semarang Hebat, sehingga peredaran uang tunai bisa diminimalisir dan inflasi bisa ditekan," kata Hendi.
Hendi menjelaskan pihaknya terus berusaha berinovasi terlebih lagi ia sudah mendapatkan predikat sebagai kepala daerah terbaik di Indonesia dalam bidang pelayanan publik oleh Kemenpan RB tahun ini.
(ega/hns)











































