Kepala Balai Besar Pengembangan latihan Kerja (BBPLK) Serang Fauiziah mengatakan, di balai pelatihan Serang setiap peserta tidak hanya dicetak menjadi calon teknisi andal. Namun, bekerja sama dengan pihak kepolisian, siswa juga diberikan bekal nilai-nilai disiplin dan etos kerja.
Di balai pelatihan kerja Serang, ia menambahkan pelatihan terhadap peserta memanfaatkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri. Balai pelatihan sudah bekerja sama dan membuat forum komunikasi dengan 335 perusahaan yang siap menampung lulusan dari BBPLK Serang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fauziah menjelaskan, peserta lulusan dari balai pelatihan di Serang hampir 80% terserap oleh industri di seluruh Banten dan sekitarnya. Penyerapan ini karena pihak balai membuat forum komunikasi dengan pihak industri agar mereka tahu kebutuhan mengenai pekerja yang kompeten dan memiliki etos kerja.
"Industri butuh berapa tenaga kerja, apa yang dibutuhkan kami siapkan untuk itu, kami berharap mereka menyeleksi. Setiap tahun penempatan kami selalu naik," katanya lagi.
Di balai pelatihan kerja di Serang, Fauziah juga menegaskan menerima peserta calon peserta yang tidak hanya lulusan dari SMK. Ada pelatihan untuk para penyandang disabilitas bahkan lulusan pesantren untuk masyarakat setempat.
Foto: Dok Kemnaker |
Saat ini di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang ada sekitar 574 peserta pelatihan kerja. Peserta tersebut ada yang diasramakan dan tinggal di sekitar balai pelatihan. Selain warga Banten, peserta juga menurut Fauziah datang dari berbagai daerah.
Di balai pelatihan kerja ini ada beberapa program seperti pelatihan berbasis kompetensi selama 2 sampai 3 bulan untuk teknis las dan teknis listrik. Serta ada program unggulan dengan durasi 2 tahun untuk membekali peserta dengan kompetensi yang mengantisipasi perubahan teknologi. (ega/hns)












































Foto: Dok Kemnaker