"Semester 1 hanya 5%," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Minggu (23/7/2017).
Penggerak ekonomi semester I masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Ekspor sudah ada peningkatan meksipun belum signifikan. Dalam enam bulan ke depan, ekonomi diproyeksi bisa lebih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ekonomi kita itu jalan baik-baik saja. Memang harus diakui APBN kita belum pulih sepenuhnya. Ekonomi kita itu sudah semakin sehat, karena motor penggerak yang tadinya hanya konsumsi dan investasi, sekarang ekspor juga sudah masuk. tadinya, pengeluaran pemerintah itu negatif dampaknya. sekarang sudah positif tapi kecil," jelas Darmin.
Terkait dengan daya beli yang rendah, Darmin mengaku tidak perlu kebijakan khusus pemerintah layaknya intervensi. Hal tersebut justru dikhawatirkan membingungkan masyarakat.
"Enggak begitu caranya mengurusi ekonomi. Nanti, kita tinggal pusing aja, begini salah lagi, begini berubah lagi. Malah di lapangan orang bisa pusing," ujarnya.
(mkj/mkj)











































