Guna mencapai target waktu tersebut, Dinas Bina Marga DKI Jakarta melalui kontraktor PT Nindya Karya melakukan berbagai percepatan salah satunya dengan memaksimalkan jam operasional para pekerja.
"Pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017. Untuk itu dilakukan upaya-upaya percepatan yaitu pekerjaan dilakukan siang dan malam hari dengan waktu operasional hingga 24 jam setiap harinya," ungkap Kepala Seksi Pembangunan Simpang Tidak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hananto Krisna, saat dihubungi detikFinance, Senin (24/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna mengatasi hal tersebut, pihaknya pun mulai memperpanjang waktu operasional, dan mengalihkan beberapa proses konstruksi untuk dikerjakan di malah hari.
"Pekerjaan memang terkendala traffic lalu lintas yang padat terutama pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari. Untuk mensiasatinya pekerjaan banyak dilakukan pada malam hari seperti pekerjaan pengecoran beton dan pengangkatan balok jembatan," jelasnya.
Dengan upaya percepatan tersebut, Hananto menyebut, para pekerja pun diwajibkan untuk menjalani lembur guna menyelesaikan target yang diberikan.
"Pekerja memang terbagi dalam shift kerja siang dan malam hari. Tentu saja dilakukan pengaturan jam kerja oleh kontraktor pelaksana dalam hal ini PT Nindya Karya," ujarnya.
Seperti diketahui, proyek flyover Pancoran akan membentang tepat di sebelah tol dalam kota, dengan panjang 840 meter, dan terdiri dari dua lajur dengan lebar 9 meter. Nantinya proyek ini akan menghubungkan jalan MT Haryono dari arah Cawang menuju Jalan Gatot Subroto. (dna/dna)











































