Pembangunan Tiga Proyek Air Minum Ini Libatkan Swasta

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 25 Jul 2017 17:51 WIB
Proyek SPAM (Foto: dok. Kementerian PUPR)
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menawarkan pembangunan proyek air minum kepada pihak swasta dengan skema Public Private Partnership (PPP). Skema PPP atau yang disebut Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) akan melibatkan peran pemerintah dan swasta.

Proyek SPAM Umbulan di Pasuruan, Jawa Timur menjadi proyek percontohan menggunakan skema KPBU. Di tahun ini, Kementerian PUPR menargetkan 3 proyek air minum dimulai dengan skema KPBU.

"Untuk air (KPBU) baru di Umbulan ini. Tahun ini saya minta minimal 3, Jatiluhur, Lampung, dan Semarang Barat untuk air minum," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Basuki menambahkan, proyek air minum dari Jatiluhur nantinya akan disalurkan ke Jakarta, Semarang Barat memanfaatkan Bendungan Jatibarang ke kota Semarang, dan juga Lampung.

"Jatiluhur dari bendungan Jatiluhur ke Jakarta, Semarang Barat dari bendungan Jatibarang ke Semarang, Lampung ke kota Lampung. Belum nanti Karian (di Banten) juga," tutur Basuki.

Selain proyek air minum, proyek infrastruktur lainnya yang menggunakan skema KPBU adalah Tol Manado-Bitung 39 km. Pembangunan tol Manado Bitung seksi I sepanjang 13,5 km menjadi porsi pemerintah dan dibiayai oleh APBN senilai Rp 44 miliar.

Adapun, lanjutan proyek tol porsi pemerintah berikutnya sepanjang 12,9 km didanai oleh dana pinjaman dari China senilai sekitar US$ 85 juta. Sedangkan sisanya di seksi II dibiayai oleh badan usaha sepanjang 25 km yang nilainya mencapai Rp 2,75 triliun.

"Di luar air minum, tol banyak sekali. Tol Manado-Bitung (dengan) loan (pinjaman) china berarti APBN investasi. PPP sduah jalan," tutup Basuki. (dna/dna)