Pemrakarsa jalan tol diberikan waktu hingga akhir Juli ini untuk menyampaikan proposal pembangunan jalan tol Bandung-Tasikmalaya-Cilacap.
"Masih dievaluasi. Mereka sampai akhir bulan ini punya kesempatan untuk menyampaikan masukannya yang Bandung-Cilacap, karena sebelumnya kan mengusulkan enggak sampai sana," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta, Selasa (25/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herry menambahkan, pembangunan jalan tol Bandung-Cilacap rencananya akan dilakukan oleh Jasa Marga dan BUMN Malaysia UEM Group Berhard.
"Bandung-Cilacap antara Malaysia dan Jasa Marga. Cilacap-Yogyakarta-Solo itu yang Malaysia," tutur Herry.
Pembangunan jalan tol Bandung-Cilacap rencananya dimulai tahun depan setelah ditetapkannya sebuah badan usaha jalan tol (BUJT).
"Mudah-mudaan 2018 bisa sudah mulai, sudah dapat badan usaha. Kalau ini sudah disetujui, kan kita lelang. Awal tahun mudah-mudahan dapat badan usaha," kata Herry.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menanggapi penolakan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X terkait pembangunan jalan tol di Yogyakarta.
Basuki menjelaskan, bahwa tidak ada rencana pembangunan jalan tol Kulonprogo-Borobudur. Dengan adanya tol ini dikhawatirkan menurunkan wisatawan yang datang ke Yogyakarta.
"Beliau enggak setuju kalau dibangun tol Kulonprogo-Borobudur. Kalau ada langsung ke Borobudur, ya turisnya semua ke Borobudur, enggak ada yang ke Yogya. Padahal memang enggak ada rencana itu, yang ada tol Cilacap-Yogyakarta-Solo, atau Bawen-Yogyakarta," kata Basuki dalam kesempatan yang sama.
Basuki menegaskan tidak ada rencana pembangunan jalan tol dari Bandara Kulonprogo ke kawasan Borobudur. Ia menambahkan yang ada hanya pelebaran akses jalan.
"Jadi engak ada tol langsung bandara ke Borobudur. Hanya memperlebar jalan provinsi yang ada," kata Basuki. (dna/dna)











































