Kajian proyek tersebut tengah dilakukan, dan dipimpin oleh Menko Maritim, Luhut Panjaitan.
Demikian disampaikan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi mengatakan, belum ada nilai yang dipastikan untuk proyek tersebut. Namun dipastikan tidak ada perlintasan sebidang yang akan dilewati kereta tersebut.
Meski saat ini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mandek, Budi yakin proyek kereta kencang Jakarta-Surabaya bisa berjalan lancar. Dia mengatakan, pembebasan lahan untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah 55% dari total 600 hektar yang dibutuhkan.
Siap Tertibkan Aset
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro, mengatakan pihaknya siap menertibkan aset milik KAI untuk kebutuhan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
"Ada aset-aset kita yang ditempati orang sementara, ini kita tertibkan. Itu cuma 9 hektar. Di daerah Gadobangkong. Kalau KAI sudah tidak ada masalah tapi totalnya masih 55% (lahan yang sudah dibebaskan), jadi masih banyak sekali," ujar Edi. (wdl/ang)










































