Curhat Gubernur ke Darmin dan Luhut Soal Pelabuhan Hingga Harga Gas

Curhat Gubernur ke Darmin dan Luhut Soal Pelabuhan Hingga Harga Gas

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 26 Jul 2017 23:25 WIB
Curhat Gubernur ke Darmin dan Luhut Soal Pelabuhan Hingga Harga Gas
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia hadir dalam acara Sarasehan yang digelar oleh Bank Indonesia (BI).

Dalam acara tersebut, Gubernur menyampaikan curahan hati mulai dari pembangunan infrastruktur sampai harga gas yang dinilai masih terlalu mahal.

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menceritakan wilayah yang dipimpinnya unggul di bidang maritim dan merupakan jalur perdagangan yang padat. Kemudian dari Anambas berpotensi besar untuk pariwisata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi terus terang gerbang masuk dari negaranya belum ada, seperti bandara masih sekelas perintis, padahal Singapura saja bandara dan pelabuhannya sudah kelas dunia," ujar Nurdin dalam acara Sarasehan Nasional di Gedung BI, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan telah melakukan rapat untuk membahas terkait infrastruktur.

"Kami perlu waktu ya, Batam itu besar tapi penduduk dan industrinya campur aduk, perlu diselesaikan, seperti Bintan Karimun menunggu Presiden untuk jadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," ujarnya. Kemudian dia menjelaskan di Batam wilayah Rempang, Galang jadi KEK. Ini masih dalam proses untuk diselesaikan.

Gubernur Sumatera Utara, Erry Nuradi menceritakan masalah gas di wilayahnya. Dia menyebutkan, harga gas di Sumut merupakan yang termahal di Indonesia.

"Harga gas di sini US$ 15 per MMBTU, masih mahal dibandingkan Malaysia dan Singapura yang dekat dengan Sumatera Utara. Kami harap bisa memiliki daya saing paling tidak bisa lebih murah," ujarnya.

Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pihak kementerian masih mencari penyebab mahalnya harga gas di Sumatera Utara. Diupayakan dalam waktu dekat ada kebijakan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Gas itu mahal, kita sedang cari berapa kira-kira bisa US$ 6 - 7 per MMBTU masih kita cari," ujar Luhut.

Namun seperti diketahui, sejak 1 Februari 2017, harga gas di Sumatera khususnya di Medan sudah turun dari US$ 12,22 per mmbtu menjadi US$ 9,5 per mmbtu. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads