Perkembangan teknologi ini juga akan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil ke depan.
"Kendaraan listrik akan masuk 20% ke market. Energi fosil turun dan akan banyak mengubah asumsi yang ada," ujar Luhut dalam acara Sarasehan Nasional di Gedung BI, Jakarta, Rabu (26/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di luar negeri, Korea 2030 nanti enggak ada lagi pakai cash. Semua sudah pakai handphone. Indonesia negara kaya, ini kita buat menarik perlu adanya daya," tutur Luhut.
Selain itu, pembangunan transportasi massal LRT Jabodebek yang tengah berlangsung juga tak sepenuhnya anggaran negara. Transportasi massal ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi penduduk di wilayah Jabodebek.
"Pendanaan ini kan enggak mungkin semuanya APBN. Terakhir, kita hemat Rp 6 triliun," ujar Luhut.
Luhut juga membuka kesempatan kepada investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Investor pun dapat menikmati insentif berupa tax holiday hingga tax allowance.
"Kalau ada orang investasi banyak jadikan saja KEK (kawasan ekonomi khusus). Tadi saya bilang ke Bu Ani ( Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati) kalau ada yang mau investasi boleh enggak kita kasih insentif buat dia kan," ujar Luhut. (hns/hns)











































