Dalam keterangan tertulis dari Kementerian Koperasi dan UKM, Kamis (27/7/2017), acara digelar di Samseongdong COEX, Seoul, pada (20-23/7/2017).
Selain Kementerian Koperasi dan UKM, event ini juga didukung oleh Pemerintah Kota Bandung, Atase Pardagangan di Kedutaan Besar RI di Seoul, ITPC Busan dan juga Pemerintahan Kabupaten Jembrana, Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya event ini sangat bermanfaat untuk mengangkat produk-produk dalam negeri. Acaranya sangat bagus, karya-karya dari seniman dan perajin Indonesia juga laku dijual," ujar Sekretaris Kemenkop dan UKM, Agus Muharram.
Tidak menutup kemungkinan Indonesia dapat mengikuti event ini secara rutin. Agus berharap dengan mendukung para pengusaha untuk mengikuti pameran berkelas internasional ini bisa memicu seniman profesional maupun amatir untuk lebih banyak dan lebih baik lagi menghasilkan karya-karya terbaik.
"Kita bisa menunjukkan kepada dunia Internasional bahwa karya-karya seni dari Indonesia ini punya nilai keunikan tersendiri. Berbeda dari negara-negara lain. Meskipun Indonesia baru pertama kali namun respons pengunjung sangat baik," katanya.
Sementara itu, Devi mengungkapkan bahwa respons masyarakat Seoul terhadap pameran ini sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengunjung yang hadir. Di samping itu, produk-produk UKM yang banyak diminati oleh pengunjung, di mana hampir seluruh produk UKM Indonesia habis terjual, serta beberapa yang mendapatkan calon buyer yang serius, khususnya untuk produk Kerajinan Kerang, Produk untuk Spa, Produk Kerajinan Kayu dan Rotan, Kerajinan Batu, Ecoprint dan Kerajinan Bambu.
"Produk-produk UKM dari Indonesia yang ikut hadir dalam event ini dapat bersaing dengan produk-produk UKM yang ada di pameran tersebut, terutama bersaing dari harga. Dengan kualitas yang sama tapi kita bisa memberikan harga yang lebih rendah," ungkap Devi.
Kemenkop dan UKM yang memfasilitasi pelaku UKM yakni Rahmat Margohadi, Oesing Craft, CV Exotic by Ary, CV Yuka, CV Kay Nusa Bihaka, Mohoi, Ical's Craft, CV Franaspa, Sahara Nusa Indo, Dian Rizqita, CV Bukit Damarsakti, PT Versaguna Internasional, Kelompok Tenun Putri Ma, Ubdy Bali, Ruang Rusa, CV Aryasena, PT Harpa Inti Mandiri, CV Palem Craft Jogja, Fifi Collection, Galeri Banon, Jayakawentar, Antique Batik, dan Sabila Craft.
Pemerintah Kota Bandung berpartisipasi dengan menghadirkan Little Bandung Mobile yang membawa produk-produk peserta Little Bandung ke Korea termasuk dari Purnama Raya, Ina's Scarf dan Iva Latifah. Selain itu, ada juga perusahaan mandiri yaitu PT Sinar Utama Madura yang berpartisipasi dalam event ini.
Korea Handmade merupakan satu-satunya festival budaya baik bagi seniman dan masyarakat yang diadakan di COEX, Seoul sejak tahun 2011. Mulai dari 2016 kemarin, Handmade Korea berlangsung dua kali dalam setahun yaitu pada musim panas dan musim dingin. Event ini merupakan platform offline yang menghubungkan masyarakat dan seniman, pekerja seni serta artis.
Handmade Korea Summer tahun 2016 mencatat lebih dari 38 ribu pengunjung baik dari pembeli maupun masyarakat dengan jumlah peserta sebanyak 353 di 513 stand. Pada 2017 ini delapan negara Asia termasuk Jepang, China, Taiwan, Hong Kong dan Indonesia berpartisipasi dalam event ini.
Event ini memberikan kesempatan pada para profesional dan permula untuk berbagi karya seni mereka yang unik dengan publik. Pada edisi musim panas 2017 ini tersedia berbagai macam karya seni, barang handmade, interior, ilustrasi, kelas Do It Yourself (DIY), makanan serta galeri buatan.
(nwy/ang)











































