Meski terbilang molor dari proyeksi pada awal tahun, namun rencana pengoperasian sejumlah ruas jalan tol tersebut diproyeksi tetap pada tahun ini. Berdasarkan data Monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang diterima detikFinance, Senin (31/7/2017), setidaknya ada 7 ruas Tol Trans Jawa yang harus beroperasi hingga akhir tahun ini.
Ruas pertama adalah Semarang-Solo seksi III yang menyambungkan Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 km. Saat ini konstruksi ruas tersebut telah rampung 100% dan sedang dalam tahap ujicoba untuk segera dioperasionalkan dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu Gempol-Pasuruan seksi I yang menyambungkan Gempol-Rembang 13,9 km. Ruas ini juga telah selesai konstruksinya dan tinggal menunggu jadwal pengoperasian penuh untuk 13,9 km nya.
Kemudian ruas Solo-Ngawi dari berbagai seksi dan segmen. Ada seksi I Solo-Mantingan segmen Karanganyar-Sragen sepanjang 13,8 km, segmen Sragen-Mantingan 21,35 km, seksi II segmen Mantingan-Ngawi 34,2 km dan segmen Kartosuro-Karanganyar yang menjadi kewajiban pemerintah sepanjang 20,9 km.
Progres pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh BUJT saat ini telah mencapai fisik 98,21% sedangkan porsi pemerintah mencapai 68,96%. Ruas ini ditarget beroperasi pada Desember 2017.
Selanjutnya adalah Ngawi-Kertosono, mulai dari seksi II (IC Madiun-IC Caruban 8,45 km), seksi III (IC Caruban-IC Nganjuk 21,06 km) dan seksi I (IC Ngawi-IC Madiun 20 km). Ruas yang ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini telah mencapai progres fisik 75,07%. Namun ada deviasi sebesar 15,37% dari rencana yang sudah ditetapkan.
Dua ruas Trans Jawa lainnya yang ditargetkan rampung tahun ini adalah Surabaya-Mojokerto, mulai dari seksi IB (Sepanjang-WRR 4,3 km), seksi II (WRR-Driyorejo 5,07 km) dan seksi III (Driyorejo-Krian 6,1 km), serta ruas Pejagan-Pemalang seksi III dan IV yang menyambungkan Brebes Timur-Pemalang 37,3 km. (wdl/wdl)










































