Penelitian Limbah Plastik Jadi Aspal Dimulai Sejak 2010

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 31 Jul 2017 10:34 WIB
Foto: Dok. PUPR
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) sudah melakukan penelitian pemanfaatan sampah plastik menjadi campuran aspal sejak 2010 silam. Pemanfaatan limbah plastik sebagai campuran aspal bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan.

Kepala Balitbang Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga mengungkapkan, penelitian ini merupakan salah satu tugas dari Balitbang Kementerian PUPR, yaitu melakukan inovasi dalam pengerasan jalan.

"Tugas Balitbang ada tiga, SDA, jalan, dan bidang perumahan dan pemukiman. Nah di bidang jalan kami ada 4 kelompok keahlian, ada pengerasan jalan, geoteknik, jembatan, dan ada keahlian lalu lintas (traffic). Di antaranya memang fokus meningkatkan kinerja perkerasan jalan, kalau plastik sudah kita mulai sekitar 2010 ke atas," kata Danis saat dihubungi detikFinance, Senin, (31/7/2017).

Pemanfaatan limbah plastik, yang sementara ini dikhususkan pada limbah kantong plastik, kata Danis, bertujuan untuk memperkuat lapisan jalan. Dengan dicampurkannya limbah plastik ke aspal, juga bisa meningkatkan kekuatan lapisan jalan.

"Memang kita mencari intinya bagaimana alternatif-alternatif tambahan bahan penambah untuk memperkuat atau meningkatkan kinerja. Kinerja ukurannya macam-macam, stabilitas, deformasi, tidak kelengketan dan tidak mudah retak," ujar Danis.
Minggu kemarin (30/7/2017), uji coba pencampuran limbah plastik untuk aspal dilakukan di Universitas Udayana, Bali. Hal ini menjadi titik awal pemanfaatan limbah plastik dalam campuran lapisan jalan.

"Kemarin ada trigger begitu, Menko Perekonomian mengadakan gerakan untuk gerakan nasional mengurangi sampah, itu ada beramcam-macam. Di antaranya mereka nanya, 'Pak Danis, bisa enggak dibuat jalan?', langsung saya jawab bisa," kata Danis. (ang/ang)