Jokowi Campur Limbah Plastik Jadi Aspal, China Hingga India Juga Pakai

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 31 Jul 2017 11:46 WIB
Foto: Dok. PUPR
Jakarta - Pemanfaatan limbah plastik sebagai campuran aspal di Indonesia baru saja dilakukan di Universitas Udayana, Bali pada Sabtu (29/7) lalu. Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melapisi jalan kampus sepanjang 700 meter dengan aspal yang dicampur plastik.

Pemanfaatan limbah plastik sebagai campuran aspal baru dilakukan di Indonesia setelah melakukan penelitian sejak 2010 silam. Dalam hal ini, banyak negara yang sudah lebih dulu memanfaatkan limbah plastik sebagai campuran aspal, antara lain China dan India.

"Sudah kita lihat di China ada, di India ada kesadaran dan itu sangat baik," ujar Kepala Balitbang Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin, (31/7/2017).

Pemanfaatan plastik sebagai bahan campuran aspal, kata Danis, diteliti oleh Balitbang Kementerian PUPR untuk meningkatkan kualitas lapisan jalan. Aspal yang dihasilkan juga lebih lengket jika dibandingkan dengan aspal yang tidak menggunakan plastik sebagai campuran.

"Jadi sebetulnya kalau peneliti perkerasan jalan itu apa saja, dari apa saja supaya lebih baik. Peneliti cari nilai tambah di antaranya plastik," ujar Danis.
Pemanfaatan limbah plastik sebagai aspal merupakan buah kerjasama antara Kementerian PUPR dan Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman. Dengan demikian, maka limbah plastik di Indonesia yang melimpah bisa memiliki manfaat lebih.

"Limbah plastik kan sudah menjadi pembicaraan saat Presiden Jokowi di G-20. Indonesia juga limbah plastiknya salah satu terbanyak di dunia," kata Danis. (ang/ang)