Dalam acara Seminar Hari Kependudukan Dunia Tahun 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta. Bambang menyebutkan, pentingnya program Keluarga Berencana (KB) dalam menjaga keseimbangan penduduk.
Menurut Bambang, keseimbangan jumlah penduduk menjadi satu fondasi bagi pembangunan perekonomian Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program KB kata Bambang, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini berhubungan dengan tingkat produktifitas keluarga, peluang kerja dan pemerataan penghasilan.
"Dampak positif program KB sudah dirasakan, dua hal pokok yaitu peningkatan kualitas hidup perempuan, kualitas peningkatan ekonomi dengan peluang kerja, dan penghasilan," papar dia.
Oleh karenanya, Bambang mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) khususnya di daerah yang angka kematian balita dan ibu tinggi segera menggalakan program KB, dan meningkatkan konektivitas antara wilayah, yang diiringi akses pendidikan, kesehatan serta kemudahan mendapat jaminan sosial.
Selanjutnya, pemerintah juga akan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka yang telah ditarget. Seperti pada 2017 pertumbuhan ekonomi ditarget sebesar 5,2%.
Menurut Bambang, pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga memberikan kesempatan kerja dan memperpanjang masa produktif bagi masyarakat.
"Ya itu masalah kesempatan kerja, karena itu pertumbuhan ekonomi, tetap dijaga karena disitulah kesempatan kerja tercipta dan juga dengan perbaikan kesehatan di usia lanjut, maka mereka bisa perpanjang masa produktifnya, dua pendekatan itu," ungkapnya.
Dia berharap, dengan diselenggarakannya Seminar Hari Kependudukan Dunia dapat memberikan hasil dan rekomendasi yang penting untuk pemerintah dalam merumuskan kebijakan soal kependudukan ke depannya.
"Hasil pertemuan ini menjadi masukan berharga dalam menyajikan strategi, agar Indonesia emas di 2045 dapat tercapai," tutup dia. (dna/dna)











































