Follow detikFinance
Senin 31 Jul 2017, 19:00 WIB

Susi: Nelayan Kecil Tak Butuh Subsidi Solar Tapi Kepastian Pasokan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Susi: Nelayan Kecil Tak Butuh Subsidi Solar Tapi Kepastian Pasokan Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meminta Pertamina untuk lebih fokus menyediakan bahan bakar solar di wilayah-wilayah terpencil, terluar dan terdepan Indonesia. Pasalnya selama ini kata dia nelayan-nelayan yang ada di wilayah tersebut kerap sulit mendapatkan pasokan bahan bakar solar sebagai modalnya melaut.

Menurutnya, selama ini nelayan lebih mementingkan ketersediaan bahan bakar solar ketimbang adanya bantuan subsidi harga yang diberikan, khususnya kepada kapal-kapal di bawah 30 GT. Sebelumnya, Susi juga telah memnta penghapusan subsidi solar untuk kapal di atas 30 GT.

"Saya sudah minta lagi yang di bawah 30 GT 1,2 juta kilo liter juga dihilangin, tapi sampai hari ini kok masih ada. Padahal keluhan nelayan kami, kami ini tidak perlu subsidi, kami perlu solar ada di mana-mana. Jadi tolong dicabut, tapi kembalikan solar ada di mana-mana nelayan membutuhkan," kata Susi ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (31/7/2017).

Menurutnya, Pertamina bisa diandalkan untuk memfasilitasi penyediaan solar yang lebih baik tersebut. Pasalnya, selama ini subsidi yang diberikan kepada kapal di bawah 30 GT tersebut juga tak tepat sasaran karena justru kerap dinikmati oleh industri yang tidak seharusnya mendapatkan subsidi tersebut. Hal ini pun akan dia tindaklanjuti dengan membicarakannya lebih lanjut kepada Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

"Subsidi ini yang nikmatin ternyata industri yang tidak sepantasnya mendapat subsidi ini. Karena Pertamina yang kuat yang sehat akan menjadi partner kita dalam mengembangkan SKPT," tutur Susi.

Adanya penyediaan bahan bakar solar yang lebih memadai bagi nelayan akan berdampak kepada semuanya. Pasalnya, ketersediaan energi selama ini menjadi penghambat aktivitas nelayan di pulau-pulau terluar Indonesia.

Ia pun meminta kepada Dirut Pertamina untuk tidak ragu dalam menjalankan misi ini, bahkan mempersilakan memakai namanya sebagai jaminan apabila ada pihak-pihak yang menghadang.

"Kita perlu dobrak yang perlu kita dobrak. Jangan cuma saya protes sendirian kanan kiri. Bapak (Manik) juga boleh. Jadi saya support pak. Kalau ada apa-apa bilang saja suruh Menteri. Jual nama saya boleh. Enggak apa-apa demi rakyat, demi Indonesia lebih baik," tukasnya. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed