Follow detikFinance
Rabu 02 Aug 2017, 13:07 WIB

Surveyor Indonesia Raup Omzet Rp 401 M

Niken Widya Yunita - detikFinance
Surveyor Indonesia Raup Omzet Rp 401 M Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, M Arif Zainuddin mengenakan baju adat Bali (Foto: Surveyor Indonesia)
Jakarta - PT Surveyor Indonesia (Persero) meraup omzet atau pendapatan Rp 401 miliar sepanjang semester I-2017. Sementara laba sebelum pajak mencapai Rp 73 miliar.

Pendapatan tersebut terutama merupakan kontribusi dari sektor migas dan sistem pembangkit serta sektor mineral batu bara. Dalam menghadapi persaingan usaha, PTSI melakukan inovasi-inovasi terutama dalam menyajikan pelayanan dan solusi total bagi para pengguna jasa.

"Kami telah menyelesaikan perbaikan proses bisnis internal dengan otomasi sistem melalui pemanfaatan teknologi informasi," ujar Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, M Arif Zainuddin, dalam keterangan tertulis, Rabu (2/8/2017).

Melihat kinerja PTSI selama ini yang mengalami pertumbuhan kinerja keuangan yang cukup baik, menunjukkan bahwa perusahaan tersebut merupakan BUMN yang sehat, strategis, dan dinamis. Diharapkan, dengan kondisi tersebut, Surveyor Indonesia dapat memantapkan diri sebagai perusahaan independent assurance nasional yang diakui dunia dalam memberikan solusi menyeluruh kepada pelanggan.

"PT Surveyor Indonesia bangga menjadi bagian dari pembangunan bangsa. Kami hadir untuk negeri," tegas Arif.

Jelajah Nusantara

Surveyor kian mantap mencapai visi sebagai perusahaan pemberi jaminan kepastian yang tidak memihak dalam setiap transaksi (independent assurance). Pengalaman kami melayani pasar jasa tersebut selama ini menjadi kekuatan utama yang didukung oleh sumber daya manusia yang kuat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.

Layanan independent assurance difokuskan pada empat sektor yaitu: penguatan institusi kelembagaan, infrastruktur, mineral dan batubara, migas dan sistem pembangkit. Untuk melaksanakan kegiatan independent assurance, Surveyor Indonesia diakreditasi ISO 17020 dan ISO 17025 untuk kegiatan inspeksi dan pengujian laboratorium. Sistem manajemen Surveyor Indonesia sudah memenuhi persyaratan ISO 9001 dan OHSAS 18001 serta SMK3 yang didukung tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu serta dukungan kerja sama dari berbagai lembaga nasional dan internasional.

Melalui pengalaman di berbagai bidang, Surveyor Indonesia telah membangun pengetahuan luas dalam proses bisnis yang membuat kami mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan khusus dari pengguna jasa. Surveyor Indonesia terus melakukan inovasi jasa-jasa baru dengan dukungan teknologi sehingga memberi nilai tambah kepada pelanggan. Jasa-jasa inovatif ini mempunyai manfaat yang sesuai dan memberi kontribusi yang strategis bagi kepentingan nasional dalam jangka panjang.

Surveyor Indonesia berkantor pusat di Jakarta dan memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia yang menyediakan layanan baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Untuk memastikan penyajian jasa yang optimal, jaringan internasional Surveyor Indonesia didukung oleh sejumlah mitra kerja dari seluruh dunia yang memiliki reputasi internasional di bidangnya masing-masing.

Surveyor Indonesia menjadi mitra strategis bagi pemerintah, swasta dan partner kerja perusahaan lainnya untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya dan produk dalam negeri pada bidang infrastruktur, kemaritiman, energi dan ketahanan pangan.

"Mitra tidak hanya sebatas pelanggan ketika bekerja sama. Tetapi sebagai rekan bisnis berkelanjutan dalam hubungan jangka panjang," ujar Arif.

Di ulang tahunnya yang ke-26 dengan tema 'Surveyor Indonesia Jelajah Nusantara', Surveyor Indonesia bangga menjadi bagian dari pembangunan di seluruh Indonesia. Surveyor Indonesia hadir di nusantara memberikan jasa terbaiknya melalui berbagai proyek stategis seperti Verifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di industri manufaktur di berbagai provinsi, konsultan pengawas independen Palapa Ring, proyek tapal batas, verifikasi ekspor mineral batu bara di industri pertambangan dan pengguna bahan tambang di berbagai provinsi.

Proyek lainnya yakni verifikasi industri pengguna fasilitas pembebasan bea masuk dalam rangka BMDTP tahun 2016 di 16 industri tertentu di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Solo, Yogyakarta, Semarang, Verifikasi industri dalam rangka USDFS IJ-EPA di industri otomotif yang berada di wilayah Jabodetabek, dan Verifikasi Penelusuran Teknis Impor Barang (VPTI).

Surveyor Indonesia pun bertugas mengawasi proses pendistribusian BBM dengan moda kapal dari kilang ke depot dan dari depot ke depot (cargo monitoring) yang berada di Sabang sampai Merauke. Dalam pengawasan tersebut harus dipastikan ketepatan quantity BBM yang diserahkan atau yang diterima serta quality BBM sesuai spesifikasi. Dengan proyek ini Surveyor Indonesia berperan dalam menekan angka kerugian akibat kehilangan BBM pada saat loading, delivery atau transport dan discharging, membantu kelancaran proses pendistribusian BBM dengan moda kapal , mencegah penurunan kualitas didalam proses serah terima BBM, dan mencegah penyimpangan atau pencurian BBM milik negara.

Selain itu, Surveyor Indonesia juga melakukan survei proses kegiatan bunker, survei dilakukan pada saat loading sampai dengan proses pengisian bahan bakar ke kapal-kapal milik TNI. Survei tersebut untuk memastikan ketepatan quantity bunker yang diterima kapal TNI dan untuk memastikan quality bahan bakar bunker sesuai spesifikasi. Dengan pekerjaan ini, Surveyor Indonesia berperan dalam mencegah kekurangan penerimaan bahan bakar bunker yang diserahkan ke kapal-kapal TNI, mencegah kualitas bahan bakar bunker yang diserahkan ke kapal TNI Off Spec, dan membantu kelancaran proses pengisian bahan bakar bunker ke Kapal-kapal TNI dengan wilayah kerja meliputi Sumatera, Kepri, Jawa, Kalimantan, NTT, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Selain di nusantara, Surveyor Indonesia pun mengerjakan proyek VPTEI (Verifikasi Penelusuran Teknis ekspor Impor) Permendag 03/MDAG/PER/2015 di negara asal muat barang impor BBM dan bahan minyak, gas bumi, bahan bakar lain dan turunannya di +/- 40 negara antara lain Singapura, Qatar, Rusia, Malaysia, Brunei, Afrika, dan sebagainya. Inspeksi Barang Modal Tidak Baru (SHG) di negara asal muat barang impor modal dalam keadaan tidak baru di +/- 42 negara antara lain Singapura, Malaysia, Jepang, AS dan sebagainya.

(nwy/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed