Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Adhi Karya Budi Harto usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (2/8/2017).
Budi menyebutkan, dalam pembangunan LRT Jabodebek ini pada prinsipnya menggunakan dua lahan, yang pertama milik pemerintah dan yang kedua milik swasta. Saat ini, proses pembebasan lahan sudah berjalan dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin dalam bulan September itu semua akan selesai, di Bekasi Timur untuk Depo 10 hektar kemudian di sepanjang perjalanan paling 5 hektar," kata Budi.
Mengenai dana, Budi memastikan akan menggunakan dana pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) kurang lebih Rp 1,5 triliun hingga Rp 1,7 triliun. "Dananya dari LMAN, sekitar Rp 1,5-1,7 triliun, seluruh lahan itu," tambah dia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar mengatakan, belum rampungnya pembebasan lahan dikarenakan belum adanya penetapan lokasi (penlok). Khusus yang berada di bawah Pemprov Jawa Barat terdapat 600 hektar merupakan tanah milik masyarakat yang tersebar di tujuh kecamatan.
"Sekarang ini makanya kelengkapan dokumen harus siap. Tim dari pemda yang tetapkan penloknya. Sehingga yang di atas 5 hektar bisa diatasi. Yang di bawah 5 hektar bisa b-to-b. Kita melihat harus ada perencanaan keseluruhan," jelas dia.
Penetapan lokasi, kata Dedy, dibutuhkan kurang lebih 2 minggu usai telah ada perencanaan dari Direktorat Jenderal Perkereta Apian, dan Adhi Karya.
Proyek LRT Jabodebek dikerjakan oleh (ADHI). Pembangunannya dibagi menjadi dua tahap dengan tiap-tiap tahapan terdiri atas tiga lintas pelayanan. Tahap pertama Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas. Tahap kedua, Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol.
"Kita cuma tahu bidangnya 600 hektar. Yang di luar tanah pemerintah, 600 hektar anah rakyat," papar dia.
Selanjutnya, Dirjen Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), Arie Yuriwin mengatakan, akan terdapat dua Transit Oriented Development (TOD) pada LRT Jabodebek, yang pertama di Bekasi Timur, dan yang kedua di Cibubur masih dikaji yang dimiliki Kwarnas Pramuka.
"Penlok pertengahan Agustus sudah selesai. TOD yang Cibubur ke Bogor sedang feasibility study," jelas dia. (mkj/mkj)











































