Soal Daya Beli Orang RI, Darmin: Kenapa Mesti Khawatir Sih?

Soal Daya Beli Orang RI, Darmin: Kenapa Mesti Khawatir Sih?

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 02 Agu 2017 18:30 WIB
Soal Daya Beli Orang RI, Darmin: Kenapa Mesti Khawatir Sih?
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan, masyarakat tidak perlu merasa khawatir terkait dengan kondisi perekonomian nasional. Ia lebih menyarankan untuk menunggu laporan BPS yang akan diumumkan pekan depan.

"Kenapa mesti ada rasa khawatir sih?," tegas Darmin di Komplek Istana, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Belakangan ini, kondisi ekonomi nasional yang disebut baik masih belum memberikan dampak positif terhadap sektor ritel yang mengalami kelesuan dikarenakan daya beli masyarakat menurun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmin tidak mau terlalu cepat menyimpulkan ekonomi lesu hanya dari satu sektor. Menurutnya, kondisi pada akhir Juni lebih karena adanya libur Lebaran yang cukup panjang. Banyak masyarakat yang menahan diri agar bisa belanja untuk kebutuhan tahun ajaran baru.

"Saya tidak bermaksud mengatakan, oh tidak benar itu perlambatan. Tapi tunggu saja dulu datanya keluar yang bulan Juli, paling-paling seminggu lagi keluar," kata Darmin.

"Karena Juli itu mau masuk sekolah, orang mulai tahan duitnya dulu, karena pada mau belanja untuk sekolah anaknya, mau belanja alat sekolah, dan sebagainya," papar dia.

Lanjut Darmin, data perekonomian Indonesia dalam waktu dekat akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dari data tersebut baru terbukti apa indikator anomali perekonomian Indonesia. Yang pasti, Darmin menegaskan dari hasil data tersebut bisa jadi daya beli yang dianggap melemah menjadi tidak tepat.

"Kita belum menyimpulkan, kita belum sepakat, tunggu saja dulu. Bukan ada kemungkinan meningkat lagi, boleh jadi turunnya enggak benar. Boleh jadi saya tidak bilang pasti, tapi tunggu saja datanya akan keluar, kita tidak sibuk berdebat yang satu bilang iya, yang satu tidak," tukas dia.

(mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads