Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang diterima detikFinance seperti dikutip Kamis (3/8/2017), Jalan Tol ini menelan biaya investasi sebesar Rp 1,6 triliun.
Ruas ini bakal dilintasi oleh 10.790 kendaraan dalam sehari untuk seksi 1, 17.945 kendaraan untuk seksi 2 dan 17.167 untuk seksi 3. Sesuai Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang dilakukan pada Maret 2015, jika nanti dioperasikan pada tahun 2017, maka tarif yang akan dikenakan adalah sebesar Rp 750 per km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lahan yang sudah hampir seluruhnya dibebaskan berada di Seksi 2 (Helvetia – Semayang) mencapai 98,38% dan Seksi 3 (Semayang–Binjai) mencapai 99,41%. Sedangkan di Seksi 1 (Tanjung Mulia-Helvetia) pembebasan lahan baru mencapai 67,49%. Untuk pengerjaan fisik, di Seksi 1 mencapai 16,72%, Seksi 2 mencapai 96,21%, dan Seksi 3 mencapai 99,61%.
Jika sudah beroperasi nantinya ruas tol Medan-Binjai bisa meningkatkan geliat industri di Sumatera Utara, karena bakal bisa menghubungkan Kota Medan langsung ke Pelabuhan Belawan.
Sebagai informaasi, Tol Medan-Binjai merupakan bagian dari 8 ruas tol Trans Sumatera prioritas yang digarap oleh PT Hutama Karya. Keberadaannya penting untuk mendukung lalu lintas barang dan orang antara Medan dan Binjai.
Sebagai alternatif jalur kendaraan, diharapkan dapat mengurangi beban pada jalur yang sudah ada dan mempermudah akses serta meningkatkan keterhubungan. Dengan demikian, jalan tol ini dapat berkontribusi pada pengembangan kawasan dan pertumbuhan ekonomi.
(eds/mkj)











































