"Bali konsentrasinya masih pada pariwisata, hanya memang masalahnya memang bandara yang bagus perlu ditambah. Kemarin ratas dengan Gubernur Bali berapa-berapa pilihan membangun di utara atau memperluas yang sekarang ada runway-nya dan masih banyak pilihan-pilihan lainnya," kata Jokowi di Hotel Stone, Legian, Badung, Bali, Jumat (4/8/2017).
Jokowi menyerahkan kepada Gubernur Bali untuk menentukan pilihan mengenai pembangunan bandara tersebut. Ia ingin bandara dapat digunakan untuk pelayanan turis menjadi lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, pemerintah pusat melalui Bappenas dan didukung oleh Kementerian Pariwisata berencana membangun bandara di utara Pulau Bali. Pembangunan ini, menurut Gubernur Bali Made Mangku Pastika disponsori oleh dua investor.
"Ada dua saja pilihannya. Satu adalah Airport Kinesis Kanada dan Pembangunan Bali Mandiri. Ya hanya dua saja," kata Pastika.
"Mereka kalau berani maju ya harus ada duitnya. Jangan suruh pemerintah yang mengeluarkan duit," tambah Pastika.
Walau sudah ada investor, rupanya realisasi bandara yang disebut akan memiliki dua landasan pacu di atas laut itu masih terkendala lokasi. Gubernur Pastika bahkan menegaskan Pemprov Bali sudah berkali-kali bertemu pihak Kementerian Perhubungan.
"Izin lokasinya belum kelar. Ini di Kementerian Perhubungan saja ganjil. Bolak-balik temui menterinya supaya cepat ditentukan," ujar Pastika. (fdu/mkj)











































