Pakai Baju Pink, Susi Temui Nelayan di Natuna

Pakai Baju Pink, Susi Temui Nelayan di Natuna

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 07 Agu 2017 10:42 WIB
Pakai Baju Pink, Susi Temui Nelayan di Natuna
Foto: Eduardo Simorangkir
Natuna - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan kunjungan kerja ke Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Hari ini Susi akan membagikan sejumlah bantuan berupa asuransi, kapal penampung ikan hingga alat tangkap ke nelayan-nelayan lokal Natuna.

Lokasi SKPT Selat Lampa berjarak sekitar 60 km dari pusat kota Ranai, Ibu Kota Kabupaten Natuna. Susi sendiri datang dengan menggunakan helikopter yang terbang dari Kota Ranai, kemudian lanjut menggunakan mobil menuju SKPT Selat Lampa. Di lokasi, sekitar 200 nelayan yang datang dari berbagai pulau di Natuna telah menunggunya.

Tampil dengan mengenakan pakaian casual bernuansa pink bergaris merah, lengkap dengan kaca mata hitamnya, Susi terlihat sangat berbeda dengan para nelayan dan pegawai KKP yang telah menunggunya sejak pagi. Namun ada yang berbeda dengan langkah Susi saat turun dari mobil, Ia terlihat pincang dan sedikit tergopoh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selamat pagi," katanya sambil berjalan menuju kantor administrasi SKPT Selat Lampa, Natuna, Senin (7/8/2017).

Susi Temui Nelayan di NatunaSusi Temui Nelayan di Natuna Foto: Eduardo Simorangkir

Sebelum bertemu dengan nelayan, terlebih dahulu Susi melakukan rapat koordinasi dengan para pegawai KKP yang mengelola SKPT Selat Lampa di Natuna.

Seperti diketahui, dibangunnya SKPT Selat Lampa di Natuna akan memaksimalkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan Natuna yang selama ini sangat kaya, namun pemanfaatannya masih sangat sedikit.

Sejak mulai dibangun pada tahun 2015 lalu, sentra perikanan ini sudah dioperasikan pada akhir 2016 lalu dan dibuka Unit Pengelolaan Ikan (UPI) sejak awal Juni 2017 lalu. Beberapa fasilitas yang ada di SKPT ini telah dapat dimanfaatkan oleh nelayan. Di SKPT ini, KKP menggandeng Perum Perikanan Indonesia (Perindo) untuk menyerap hasil ikan yang ditangkap oleh nelayan. (eds/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads