Follow detikFinance
Senin 07 Aug 2017, 13:45 WIB

Terbang ke Natuna, Susi Masih Temukan Kapal Pencuri Ikan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Terbang ke Natuna, Susi Masih Temukan Kapal Pencuri Ikan Pulau Senoa Natuna. Foto: (Luky Bambang/d'Traveler)
Natuna - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, hari ini melakukan kunjungan kerja ke Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Sebelumnya, Susi telah berada di Natuna selama empat hari, dengan menggunakan kapal pengawas perikanan ORCA berlayar dari Pontianak selama 14 jam.

Selain itu, Susi juga sempat meninjau wilayah perairan Natuna dengan menggunakan Helikopter, guna memantau kondisi wilayah perairan Natuna yang diketahui menjadi salah satu wilayah yang paling banyak dilakukan aktivitas illegal fishing di Indonesia. Susi mengaku masih banyak ditemukan kapal-kapal asing yang berada di perairan Indonesia.

"Kemarin saya terbang keliling sampai ke pulau Seloang, pulau Bunga, Teluk Buton, keliling semua dari airport, lihat kapal-kapal, nelayan, perkampungan. Saya juga lihat 5 kapal Indonesia, tapi lunasnya Vietnam dan Thailand," kata Susi dalam paparannya kepada nelayan di SKPT Selat Lampa, Natuna, Senin (7/8/2017).

Kapal-kapal asing tersebut dia bilang bisa dilihat dari bentuk lunas atau struktur bagian depan kapal yang berbeda dengan kapal milik Indonesia. Meski kapal tersebut bernama Kapal Indonesia, namun bentuk lunasnya berbeda dengan kapal Indonesia.

Lunas kapal Indonesia berbentuk ramping, sedangkan kapal Vietnam atau Thailand biasanya lebih gemuk atau sedikit oval.

"Saya lihat namanya Indonesia, kapal varian apa gitu, tapi lunasnya itu lunas Thailand dan Vietnam, beda. Bagaimana juga, sudah terbiasa jadi orang laut, kapal Indonesia sama kapal Vietnam itu pasti langsung tahu bedanya," ujar Susi.

"Coba nelayan, lunasnya kapal Indonesia sama Vietnam, sama enggak? Beda kan. Nelayan tahu ya. Kalau nelayan saja tahu, aparat harus lebih tahu beda kapal Vietnam dan Thailand. Mungkin ini pekerjaan PSDKP untuk segera tangkap," pungkasnya. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed