Follow detikFinance
Selasa 08 Aug 2017, 09:40 WIB

Blusukan ala Susi di Natuna, Naik Motor Hingga Hujan-hujanan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Blusukan ala Susi di Natuna, Naik Motor Hingga Hujan-hujanan Susi blusukan di Natuna. Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Natuna - Usai membagikan bantuan alat tangkap dan kapal kepada nelayan di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti langsung menuju Desa Semalau, Pulau Tiga, Kabupaten Natuna. Dengan menunggangi sea rider milik TNI AL, Susi akan mengunjungi desa nelayan yang ada di Pulau Tiga tersebut.

Blusukan dirasa menjadi cara jitu Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti untuk memastikan kondisi terkini nelayan yang ada di Desa Semalau.

Berdasarkan pantauan detikFinance di lokasi, Senin (7/8/2017), sesampainya di dermaga, Susi menyempatkan diri terlebih dahulu mampir ke tempat penampungan sementara para ABK kapal pencuri ikan milik Vietnam yang ditahan oleh Satgas 115.

Tak lama-lama di lokasi, Susi kemudian menuju desa nelayan yang ada di Pulau Tiga tersebut. Tanpa pikir panjang, dengan masih mengenakan pakaian pink bergaris merah dan sendal jepit, Susi langsung naik ke atas sepeda motor dan dibonceng oleh pegawai dari Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

Saat itu waktu menunjukkan jam 14.20 WIB, namun matahari tak bersinar terik lantaran cuaca yang mendung dan gelap. Baru naik ke atas motor, hujan pun turun. Tapi tak menyurutkan niat Susi untuk menjumpai nelayan yang ada di lokasi.
Blusukan ala Susi di Natuna, Naik Motor Hingga Hujan-hujananSusi blusukan di Natuna. Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
"Ayo antarkan saya ke kampung nelayan," kata Susi.

Cukup jauh perjalanan menyusuri pinggir pantai di pulau tersebut. Jalanan yang dilalui pun tengah dalam pengerjaan sehingga medan yang dilalui cukup licin, belum lagi ditambah hujan yang semakin lama semakin deras. Namun Susi terus memacu sepeda motornya untuk menuju ke kampung nelayan.

Susi kemudian berhenti di salah satu rumah nelayan yang ada di pinggir jalan. Ia mampir ke dalam rumah tersebut, dan menyapa pemilik rumah yang ada di pinggir pantai di Pulau Tiga.

"Apa kabar, Ibu? Ini rumah dari PUPR ya? Anak berapa? Satu saja? KB ya?," ucap Susi tersenyum.
Blusukan ala Susi di Natuna, Naik Motor Hingga Hujan-hujananSusi blusukan di Natuna. Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Tak lama, Susi kemudian duduk di bangku depan rumah yang dibuat oleh pemilik rumah. Sambil duduk, Susi bercengkrama dengan Camat setempat dan menanyakan soal hasil tangkapan nelayan yang ada saat ini. Kondisi saat itu, masih dengan hujan yang turun rintik-rintik. Sambil sesekali para warga yang ada berfoto bersamanya.

"Yang tidak biasa hujan-hujanan, jangan hujan-hujanan. Sakit kalian nanti," katanya.

"Ada perbedaannya enggak sejak kapal asing enggak ada?," tanya Susi.

"Jauh, Bu. Hasil tangkapannya cukup banyak sekarang. Guritanya, cumi-cuminya. Kalau dulu kita rebutan sama Vietnam dan Thailand. Kalahlah kita, Bu," kata Camat tersebut.
Susi blusukan di Natuna. Susi blusukan di Natuna. Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Susi juga menerima keluhan tentang kebutuhan pabrik es di Natuna. Susi mengaku akan memberikan mesin es yang akan diberikan ke lokasi di Pulau Tiga yang sudah disiapkan. Namun Susi meminta kepada nelayan untuk tidak menebang pohon bakau yang ada di pulau tersebut. Hal tersebut untuk menjaga sumber daya air tawar di daerah tersebut dan mencegah turunnya permukaan tanah.

"Pokoknya sekarang Natuna minta listrik gampang, minta apa gampang. Rumahnya sudah bagus-bagus. Desa bapak lebih bagus daripada Wakatobi. Wakatobi jorok, kotor, jelek. Di sini bersih, bagus, tapi masih kurang bersih karena sampah plastiknya masih banyak. Makanya rumah-rumah di sini dibuat terasnya menghadap ke laut ya," ucap Susi.

Susi juga menyempatkan diri untuk ngopi dan memakan kudapan dengan para nelayan yang ada di wilayah tersebut. Susi juga meminta agar nelayan tersebut tetap menangkap ikan di laut karena kondisi laut saat ini telah semakin mudah mendapatkan ikan.

Keluhan nelayan, bahwa mereka tak memiliki alat tangkap sehingga tak bisa melaut dan memilih untuk menjadi pekerja pembangunan jalan di kampung mereka.
Blusukan ala Susi di Natuna, Naik Motor Hingga Hujan-hujananSusi blusukan di Natuna. Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance

Susi pun meminta langsung Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Sjarief Widjaja untuk memberikan bantuan berupa alat tangkap bubu lipat kepada para nelayan itu.

"Tapi aja didol. Nek didol sampeyan tak tekak. (Tapi jangan dijual. Kalau dijual kamu saya cekik)," tukas Susi.
Blusukan ala Susi di Natuna, Naik Motor Hingga Hujan-hujananSusi blusukan di Natuna. Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
(eds/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed