Mitsubishi Galant & Kuda Stop Produksi Karena Kalah Bersaing
Rabu, 11 Mei 2005 15:47 WIB
Jakarta -
Berhentinya produksi Mitsubishi Galant dan Kuda pada Mei ini murni karena kalah bersaing dalam pasar kendaraan penumpang atau passenger car. Untuk itu, Mitsubishi memilih untuk fokus pada kendaraan niaga.Demikian Menteri Perindustrian Andung A. Nitihardja kepada wartawan usai menemui Senior Vice President Mitsubishi di Indonesia, Motonobu Teramura di Kantor Deperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/5/2005).Motonobu khusus menemui Andung terkait penutupan produksi Mitsubishi Galant dan Kuda di Indonesia. Namun sayangnya Motonobu menolak untuk memberi penjelasan lebih lanjut. "Tanya saja ke Pak Menteri," kilahnya.Andung menjelaskan, saat ini Mitsubishi memiliki kapasitas kendaraan penumpang hingga 90 ribu unit per tahun, namun hanya terjual 7.000 unit. Sedangkan untuk kendaraan niaga total produksi tahun 2004 mencapai 89 ribu unit, padahal targetnya hanya 96 ribu unit. Mitsubishi sendiri mencapai BEP (Break Even Point) jika memproduksi 1.600 unit per bulan untuk kendaraan penumpang. Mitsubishi selanjutnya akan tetap memroduksi kendaraan di Thailand dan akan diimpor untuk jenis Mitsubishi Grandia, Lancer, L200. Andung juga mengungkapkan bahwa Mitsubishi tetap menilai pasar di Indonesia sebagai pasar yang bagus. Untuk itu, Mitsubishi tetap berencana untuk membuka kembali produksi dengan model yang lain. Mengenai rencana untuk mem-PHK 300 orang karyawan Mitsubishi, Andung menyatakan, pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada Mitsubishi. Saat ini Mitsubishi memiliki total karyawan di Indonesia sebanyak 1.095 karyawan. Dan untuk penyelesaian PHK itu, karyawan Mitsubishi akan bicara ke Depnaker. Dijelaskan pula, perkembangan produksi kendaraan bermotor di Indonesia terus meningkat rata-rata 7 persen per tahun. Pada tahun 2004 jumlah mobil yang terjual mencapai 422 ribu unit, dan pada tahun 2005 ditargetkan mencapai 500 ribu unit. Menurut Andung, peningkatan yang mencolok tersebut dipacu dengan munculnya tipe-tipe baru yang hanya diproduksi di Indonesia untuk pasar global, seperti Toyota Kijang Innova, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Suzuki APV. Kontribusi produk Mitsubishi terhadap pasar dalam negeri pada tahun 2004 sekitar 17,7 persen dan untuk tipe mobil penumpang hanya merebut pasar 1,3 persen.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































