Energi Panas Bumi akan Ditingkatkan
Rabu, 11 Mei 2005 17:04 WIB
Jakarta - Indonesia dibayangi-bayangi krisis energi. Upaya mencari substitusi BBM pun terus dilakukan. Salah satunya dengan energi panas bumi. Pemerintah menargetkan pemanfaatan energi panas bumi nasional pada tahun 2010 akan mencapai mencapai 2.000 megawatt dan 6.000 megawatt pada tahun 2020. Rencana pemerintah itu diungkapkan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai mendampingi Asosiasi Panas Bumi Indonesia usai bertemu dengan Presiden SBY di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (11/5/2005)."Ini peningkatan pemanfaatan energi yang spektakuler. Saat ini kita baru memanfaatkan 807 megawatt atau sekitar 3 persen dari potensi yang ada," katanya.Untuk mempertegas komitmen itu, Purnomo mengungkapkan, pemerintah tengah menyusun road map yang menunjang pengembangan panas bumi melalui kebijakan-kebijakan yang mendukung iklim investasi dari sisi fiskal harga. Selain itu juga akan ada penyesuaian UU Nomor 15 tentang kelistrikan terhadap UU Nomor 27 Tahun 2003 tentang panas bumi.Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Alimin Ginting menjelaskan, potensi energi panas bumi di Indonesia mencapai 27 ribu megawatt. "Jumlah itu setara dengan 40 persen dari seluruh energi panas bumi di dunia ini," jelas Alimin.Potensi itu tersimpan di sepanjang jalur gunung berapi yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Mengingat potensi yang sangat besar itu, dirinya meminta agar panas bumi itu ditetapkan sebagai energi utama masa depan, mengganti energi migas yang cadangannya semakin menurun."Perlu dipertegas di masa depan panas bumi bukan sekedar energi alternatif apalagi panas bumi merupakan energi yang dapat diperbarui sepanjang pengelolaannya secara benar," ujarnya. Mereka juga meminta kepada SBY agar pada tanggal 27 November ditetapkan sebagai Hari Panas Bumi. Ditetapkannya tanggal itu karena merupakan pertama kalinya energi panas bumi dimanfaatkan pada tahun 1982.
(mar/)











































