Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 09 Agu 2017 14:47 WIB

Darmin Panggil Menkominfo Rapat Soal e-commerce, Ini Hasilnya

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memimpin langsung rapat koordinasi terkait dengan e-commerce bersama Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dan perwakilan dari Bank Indonesia.

Rapat yang dijadwalkan pada pukul 10.30 WIB selesai pada pukul 13.12 WIB atau berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Lalu apa hasilnya ?

"Kita bicara soal digital ekonomi karena Perpres sudah ditandatangani presiden. Saya belum dapat copy-nya tapi sudah diundangkan. Jadi, kita bisa jalankan itu. Itu yang pertama," kata Rudiantara di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Road map e-commerce menyangkut banyak isu, antara lain logistik, pengembangan sumber daya manusia (SDM), perpajakan, cyber security, hingga perlindungan konsumen. Dalam road map e-commerce juga nantinya akan terhubung dengan penerapan National Payment Gateway (NPG).

"National Payment Getaway (NPG) itu menjadi salah satu dari kurang lebih 31 inisiatif, yang salah satunya menerapkan National Payment Getaway, itu kebijakannya ada di Bank Indonesia. Tadi juga hadir dari Deputi BI, untuk sinkronkan ini," tambah dia.

Selanjutnya, juga dibahas soal persiapan adanya pertemuan bilateral pemerintah Indonesia yang diwakili Menko Ekonomi Darmin Nasution dengan pemerintah China. Di mana, dalam bilateral tersebut akan banyak dibahas ekonomi digital.

"Kita siapkan itu juga untuk rencana ke Tiongkok membahas itu. Karena kan kalau di Indonesia kita tahu, di Tiongkok-nya saja juga kita tahu. Tapi kalau cross border-nya seperti apa, misal ada barang UKM yang diproduksi oleh Indonesia lalu dijual ke China melalui market place-nya atau dibeli oleh internasional, perlakuannya seperti apa?," terang Rudiantara.

"Jangan sampai, memang barangnya datang tapi lama tapi penyok atau barangnya cepat tapi mahal karena kalau kita bicara logistik, di Indonesia ada PT Pos Indonesia, juga ada perusahaan swasta, di internasional juga ada Fedex dan lain-lain. Bagaimana ini juga akan dibahas antar negara," tukasnya.. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed