Follow detikFinance
Kamis 10 Aug 2017, 10:10 WIB

Cerewet Jaga Laut RI, Susi: Bukan Karena Saya Lebih Sayang Sama Ikan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Cerewet Jaga Laut RI, Susi: Bukan Karena Saya Lebih Sayang Sama Ikan Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tengah membangun sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau. Lokasinya yang berada di perbatasan sebelah utara laut Indonesia membuat Susi berharap SKPT ini nantinya bisa menjadi sumber perekonomian yang baru bagi masyarakat Natuna.

Untuk itu, Susi berharap keberadaan SKPT Selat Lampa bisa dimanfaatkan oleh nelayan-nelayan Natuna yang ingin mendaratkan dan memasarkan ikannya. Guna menjamin hasil tangkapan nelayan terhadap pencarian ikan di laut Natuna, Susi akan membuat aturan mengenai batasan jarak kapal-kapal dari luar Natuna yang boleh menangkap di perairan Natuna.

"Jadi nanti Pemda Natuna harus siapkan Perda. Saya sudah janji, bukan cuma 12 mil laut, tapi 20 mil laut. Kapal-kapal dari Jawa, Purse Seine, atau pun kapal long line, semua harus berada di atas 20 mil pulau-pulau yang ada di Natuna. Kalau tidak, ya tidak boleh. Nanti orang Natuna tidak kebagian apa-apa lagi," kata Susi saat bertemu dengan para stakeholder di SKPT Selat Lampa, Natuna, Senin (7/8/2017).

Selain itu, Ia meminta kepada Pemda untuk segera menerbitkan peraturan tentang batasan zona melaut berdasarkan jenis alat tangkapnya. Ia menganjurkan agar jarak laut kurang dari 4 mil dari garis pantai tak boleh dilakukan penangkapan dengan jaring. Hal tersebut guna memastikan tempat tumbuh beranak pianak ikan yang dilakukan di sekitar pinggir pantai.

Penangkapan dengan menggunakan jaring di pinggir pantai dikhawatirkan akan merusak aktifitas bertelur ikan-ikan. Hal tersebut pada akhirnya bisa mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan itu sendiri hingga ke tengah laut.

"Jadi saya mengimbau, sudah saatnya lah. Satu kita beresin di laut, ayo kita buktikan kita ini bisa membuat Selat Lampa ini hidup. Peraturan juga harus ada untuk menjaga. Jangan sampai Natuna tumbuh, orang luar yang nikmatin, orang Natuna tidak nikmatin. Itu tidak boleh," ucapnya.

"Bukan karena saya lebih sayang sama ikan daripada sama manusia, tapi karena saya ingin bisnis itu tetap ada. Karena ikannya tetap ada, banyak. Ikan sedikit tidak bisa untuk dagang," tukas Susi. (eds/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed