PT PAL Full Booked Hingga 2008
Kamis, 12 Mei 2005 03:36 WIB
Jakarta - Jika ada perusahaan yang sudah full booked sampai 2008, itu salah satunya PT PAL Indonesia. Hingga tiga tahun ke depan PT PAL telah menerima pesanan untuk membuat kapal dari pembeli dalam dan luar negeri.Menurut Presiden Direktur PT PAL Adwin Suryohadiprojo, laris manisnya PT PAL ini berkat adanya Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pemberdayaan Pelayaran Nasional .Adwin, yang ditemui wartawan seusai diskusi panel Korbid Hubungan Luar Negeri dan Pertahanan Keamanan di DPP Partai Golkar, Jl. Anggrek Nelly Murni, Slipi, Rabu (11/5/2005), menjelaskan pada awal Juni PT PAL akan mengirimkan satu kapal tanker ke Pertamina dengan bobot mati 30.000 ton. Saat ini pesanan yang sedang dikerjakan untuk bobot mati 50.000 ton ada tujuh kapal. Di antaranya dua dari Jerman dan dua dari Turki. Untuk bobot mati 18.000 ton antara lain dua dari Italia, ditambah dua kapal Anchor Handling yang merupakan pesanan dari Pertamina Tongkang, empat kapal pesanan Bea Cukai, dan satu kapal pesanan departemen perhubungan.PT PAL, menurut Adwin, juga siap mendukung industri pertahanan dalam negeri tapi masih bersifat bertahap. Namun pesanan kapal perang dari TNI AL sampai saat ini belum ada. Hal ini karena terbentur dengan pendanaan. "Kalau pendanaan kapal perang perlu dibahas bersama. Hal ini berbeda dengan pembelian kapal komersial yang tidak terlalu bermasalah karena pembelinya pasti punya uang," kata Adwin.Saat ini dengan Inpres Pelayanan yang sedang dibenahi baru di pelayaran, lalu akan ke galangannya, dan berlanjut ke supporting industry. Diharapkan di 2005 ini struktur industri pelayaran lebih baik agar bisa lebih kompetitif.
(gtp/)











































