Follow detikFinance
Kamis 10 Aug 2017, 22:00 WIB

Jokowi Targetkan Perdagangan RI-Rusia Hingga Armenia Capai Rp 66 T

Muhammad Idris - detikFinance
Jokowi Targetkan Perdagangan RI-Rusia Hingga Armenia Capai Rp 66 T Foto: agung pambudhy
Jakarta - Pemerintah saat ini tengah getol menggarap pasar non tradisional. Salah satu yang disasar yakni negara-negara yang tergabung dalam Eurasia Economic Union (EEU), yaitu Rusia, Armenia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Belarusia.

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, mengatakan pemerintah memasang target nilai perdagangan dengan EEU cukup tinggi yakni US$ 5 miliar atau Rp 66,5 triliun (kurs Rp 13.300). Jauh di atas nilai perdagangan Indonesia-EEU tahun 2016 sebesar US$ 2,3 miliar, dengan Indonesia menikmati surplus US$ 245,68 juta.

"Kita menyepakati untuk menyusun CEPA antara Eurasia dengan Indonesia. Presiden (Joko Widodo) sudah menentukan target kita untuk mencapai nilai perdagangan US$ 5 miliar untuk waktu yang sesingkat-singkatnya," ujar Enggartiasto di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Pria yang biasa disapa Enggar ini mengaku sudah punya strategi untuk mencapai target tersebut dengan mengandalkan produk-produk makanan dan minuman, buah-buahan tropis, dan produk tekstil. Pada 2018, diharapkan nilai perdagangan sudah mencapai US$ 3 miliar.

"Setiap negara di Eurasia punya potensi sendiri-sendiri. Kazakhstan potensial busana-busana Muslim dan garmen, mereka sangat tertarik. Kemudian potensi lain di Eurasia yakni buah-buahan tropis yang selama ini banyak dari Vietnam dan Malaysia. Bahkan meski pengiriman pakai kargo udara, masih bisa masuk harganya," jelas Enggar.

Selain itu, secara khusus dengan Rusia, Kementerian Perdagangan merencanakan imbal dagang (counter trade), yaitu barter hasil perkebunan seperti kopi, kelapa sawit, teh, kareta dengan pesawat Sukhoi Su-35.

"Hubungan kita dengan Rusia kan sudah 50-60 tahun, kita sampaikan kita kan sudah ada perdagangan, saya percaya anda, dulu kita juga sudah ambil Sukhoi, kenapa tidak imbal balik, kita juga perlu Anda. A friend in need is a friend indeed," pungkas Enggar. (idr/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed